Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 April 2019 | 05.14 WIB

Sisihkan 150 Peserta, Smamita Sidoarjo Sabet Juara 3 Inspection

sman 1 muhammadiyah taman - Image

sman 1 muhammadiyah taman

JawaPos.com - Siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) Sidoarjo menjuarai ajang Inspection (Instrumentation Paper Competition). Perlombaan karya ilmiah tingkat Jawa Timur tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Vokasi ITS Surabaya. Tim Smamita yang beranggotakan tiga orang siswa itu menyabet juara 3, dengan menyisihkan setidaknya 150 tim lain di Jawa Timur.

Ketiga siswa itu adalah Akbar Krisna Wandana, Arsyita Intan Amalia, dan Amanda Reza Andriani. Mereka merupakan siswa kelas X IPA 1 Smamita. Mengambil tema medical technology, mereka membuat alat infus berbasis mikrokontroler dan sensor infrared. Alat tersebut mampu memonitor cairan infus saat digunakan kepada pasien, dengan memancarkan gelombang suara saat cairan hampir habis.

Hebatnya, dalam mengikuti ajang tersebut, mereka mempersiapkan segala keperluan dalam waktu sebulan. "Karena bertepatan dengan UTS, sehingga harus pintar-pintar membagi waktu," ujar Akbar, Jumat (5/4).

Ide membuat alat tersebut berawal dari riset mereka di internet. "Banyak berita tentang penyalahgunaan infus, karena telat diganti," imbuh Akbar.

Mereka lantas berinisiatif untuk membuat alat tersebut agar bisa membantu petugas kesehatan dalam menganti infus.

"Kalau sampai infus telat diganti, darah pasien bisa naik keatas," sahut Arsyita.

Cara kerja alat tersebut terbilang sederhana. Harganya murah. Hanya butuh modal Rp 170 ribu untuk membuatnya. Dengan memberikan sensor infrared di bawah botol infus, yang tersambung dengan mikrokontroler atmega8. Alat tersebut akan menghitung jumlah tetesan cairan infus yang dihubungkan dengan layar kecil untuk menampilkan debit cairan yang ada.

"Satu botol infus dapat menghasilkan sekitar 5.600 tetesan, tergantung dosis yang diberikan," imbuh Arief.

Bahtiar Adi Saputra selaku guru pembimbing mengaku puas dengan capaian tersebut. Terlebih ketika tim Smamita mampu menembus babak final. "Dari 10 tim yang lolos final, Smamita menyumbangkan tiga tim. Sayangnya yang meraih juara hanya satu," sebutnya.

Tim dari Smamita juga menampilkan karya power bank solar cell dan detector gempa bertenaga air. "Sebenarnya banyak karya dari para siswa yang akan berpartisipasi. Namun ada batas kuota peserta," paparnya.

Pada April nanti, para siswa Smamita berencana menggelar pameran puluhan inovasi terbarukan. Karya-karya asli siswa-siswi Smamita yang telah mengikuti program Study Tour akan dipamerkan. "Setiap siswa wajib membuat karya yang berhubungan dengan inovasi kekinian," sebut Wakahumas Smamita Emil Mukhtar.

Warga Kota Delta bisa menghadiri pameran tersebut. "Bisa saling sharing terkait ide atau gagasan. Siapa tahu siswa kami memiliki minat untuk mengembangkannya menjadi karya nyata," pungkasnya.

Editor: Dida Tenola
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore