Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Maret 2019 | 23.23 WIB

Empat Bulan Bertengger di Atap, Sarang Tawon Ndas Dievakuasi PMK

Sarang tawon ndas yang berhasil dievakuasi petugas PMK Kota Malang, Selasa (19/3). - Image

Sarang tawon ndas yang berhasil dievakuasi petugas PMK Kota Malang, Selasa (19/3).

JawaPos.com- Petugas Pemadam Kebakaran (PMK) tak hanya bertugas untuk memadamkan api saat terjadi kebakaran. Mereka juga bisa membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh PMK Kota Malang saat mengevakuasi sarang tawaon, Selasa (19/3).


PMK Kota Malang yang menerima laporan, dengan sigap langsung meluncur ke rumah salah seorang warga di Jalan Ir Rais gang XI, Kecamatan Klojen. Pemilik rumah Muhammad Munir, 55 mengatakan, sarang tawon tersebut memang sudah berada di atap rumahnya selama 4 bulan belakangan. Namun, hewan penyengat tersebut baru keluar akhir-akhir ini.


"Tahu-tahu tawonnya masuk dan mengganggu. Setelah saya cek, sarangnya lumayan besar," ujarnya.


Bahkan cucunya, Selfia Reta Kirana yang masih berusia 2,5 tahun hampir disengat. Setelah mengetahui keberadaan sarang tawon tersebut, Munir kemudian melaporkan ke PMK Kota Malang karena khawatir tawon tersebut semakin berbahaya.


"Cucu saya kamarnya ada di atas, dekat genteng. Selain itu, juga hampir menyengat kami," kata Munir.


Sementara itu Komandan Regu I PMK Kota Malang Edy Susianto mengatakan, pihaknya sempat mengalami kendala saat mengevakuasi sarang tawon.


"Medannya terlalu curam. Akses ke sarang tawon yang ada di lantai dua perlu waktu. Jadi kami membutuhkan tangga dan back up tim," jelasnya.


Sarang yang ada di rumah Munir itu merupakan jenis Tawon Ndas. Hewan yang mempunyai nama latin Vespa affinis itu dikenal sangat berbahaya.


"Ini merupakan jenis tawon yang berbahaya. Sebab, sangat berbisa. Tentunya sarang tawon ndas ini tidak bisa diatasi sendiri," tambah Edy.


Pihaknya harus menerjunkan 15 personel. Setelah satu jam, pihaknya baru berhasil mengevakuasi sarang tersebut.


"Di dalam sarang tersebut masih banyak larvanya. Semua sudah berhasil kami angkat," imbuhnya.


Setelah berhasil dievakuasi, sarang tersebut kemudian dimusnahkan. Tujuannya agar tidak menimbulkan korban. Pasalnya, di beberapa daerah, tawon ndas sampai mengakibatkan korban meninggal dunia.

Editor: Dida Tenola
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore