Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Februari 2019 | 22.54 WIB

Viral Video Murid 'Menantang' Guru di Jogja Berujung Penyesalan

MEDIA SOSIAL: Jajaran kepolisian sektor Jetis, Kota Jogjakarta meminta klarifikasi atas viralnya video yang tersebar di dunia maya. - Image

MEDIA SOSIAL: Jajaran kepolisian sektor Jetis, Kota Jogjakarta meminta klarifikasi atas viralnya video yang tersebar di dunia maya.

JawaPos.com - OS, 17, siswa kelas X jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Negeri 3 Jogjakarta, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) menyesal dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya. Atas tindakannya yang dianggap bergurau dengan gurunya di kelas dan akhirnya videonya viral di media sosial.


"Saya menyesal melakukan ini dan tidak akan mengulangi lagi. Saya juga siap menerima sanksi dan tidak akan dendam. Ini memang kesalahan saya sendiri," kata OS, 17, di sekolahnya, Kamis (21/2).


Dalam video viral yang berdurasi sekitar 29 detik itu terlihat OS mendorong gurunya, dan mengambil tas di meja guru. Sempat juga ada suara para siswa lain yang menyorakinya. "Itu bergurau biasa, guyonan. Video (yang beredar) itu kayak berantem," katanya.


OS menjelaskan, kejadian pada Rabu (20/2) siang itu sebenarnya sedang dilakukan ujian harian untuk menghadap mid semester. Memang aturannya tidak boleh ada yang menggunakan handphone, dan telepon genggam miliknya diminta oleh gurunya yang bernama Sujianto.


Sujianto saat akan berlangsung ulangan harian meminta handphone-nya. Namun kemudian ia berusaha meminta kembali, tapi tak diberikan. "Saya disuruh duduk, saya ambil tas (kemudian duduk). Tidak apa-apa kan dia ambil handphone saya," katanya.


Ia mengatakan sosok Sujianto merupakan guru yang berkarakter dekat dengan para muridnya. Untuk itu dirinya pun tak canggung ketika bergurau dengannya. "Guru kadang ada yang galak ada yang dekat dengan muridnya. Pak Suji (Sujianto,red) kalau lagi tegas ya tegas, kalau lagi dekat ya dekat," katanya.


Salah seorang rekan OS, FJ, 15, kelas X jurusan TKR menambahkan, peristiwa yang sebenarnya tidak ada saling dorong antar OS dengan Sujianto. "Teman saya yang dorong, karena bercanda," katanya.


Peristiwa itu sempat direkam oleh rekannya yang juga memakai handphone. Kemudian dijadikan update story WhatsApp. "Teman saya yang rekam. Pertama dijadikan status WhatsApp. Dari kelas kami nggak ada yang menyebarkan ke orang lain, cuma di story WhatsApp," ucapnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore