
MEDIA SOSIAL: Jajaran kepolisian sektor Jetis, Kota Jogjakarta meminta klarifikasi atas viralnya video yang tersebar di dunia maya.
JawaPos.com - OS, 17, siswa kelas X jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Negeri 3 Jogjakarta, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) menyesal dan berjanji tak akan mengulangi perbuatannya. Atas tindakannya yang dianggap bergurau dengan gurunya di kelas dan akhirnya videonya viral di media sosial.
"Saya menyesal melakukan ini dan tidak akan mengulangi lagi. Saya juga siap menerima sanksi dan tidak akan dendam. Ini memang kesalahan saya sendiri," kata OS, 17, di sekolahnya, Kamis (21/2).
Dalam video viral yang berdurasi sekitar 29 detik itu terlihat OS mendorong gurunya, dan mengambil tas di meja guru. Sempat juga ada suara para siswa lain yang menyorakinya. "Itu bergurau biasa, guyonan. Video (yang beredar) itu kayak berantem," katanya.
OS menjelaskan, kejadian pada Rabu (20/2) siang itu sebenarnya sedang dilakukan ujian harian untuk menghadap mid semester. Memang aturannya tidak boleh ada yang menggunakan handphone, dan telepon genggam miliknya diminta oleh gurunya yang bernama Sujianto.
Sujianto saat akan berlangsung ulangan harian meminta handphone-nya. Namun kemudian ia berusaha meminta kembali, tapi tak diberikan. "Saya disuruh duduk, saya ambil tas (kemudian duduk). Tidak apa-apa kan dia ambil handphone saya," katanya.
Ia mengatakan sosok Sujianto merupakan guru yang berkarakter dekat dengan para muridnya. Untuk itu dirinya pun tak canggung ketika bergurau dengannya. "Guru kadang ada yang galak ada yang dekat dengan muridnya. Pak Suji (Sujianto,red) kalau lagi tegas ya tegas, kalau lagi dekat ya dekat," katanya.
Salah seorang rekan OS, FJ, 15, kelas X jurusan TKR menambahkan, peristiwa yang sebenarnya tidak ada saling dorong antar OS dengan Sujianto. "Teman saya yang dorong, karena bercanda," katanya.
Peristiwa itu sempat direkam oleh rekannya yang juga memakai handphone. Kemudian dijadikan update story WhatsApp. "Teman saya yang rekam. Pertama dijadikan status WhatsApp. Dari kelas kami nggak ada yang menyebarkan ke orang lain, cuma di story WhatsApp," ucapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
