Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Februari 2019 | 04.47 WIB

Upacara Melasti, Diharapkan Jadi Momen Kerukunan Jelang Pemilu

Umat Hindu di DIJ gelar upacara Melasti di Pantai Ngobaran, Selasa (19/2). - Image

Umat Hindu di DIJ gelar upacara Melasti di Pantai Ngobaran, Selasa (19/2).

JawaPos.com - Ribuan umat Hindu dari Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) dan Jawa Tengah (Jateng) menggelar upacara Melasti di Pantai Ngobaran, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (19/2). Salah satu prosesi perayaan Nyepi Tahun Baru Caka 1941 pada 7 Maret ini, diharap menjadi momen menjaga kerukunan menjelang pesta demokrasi.


Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Mayjen TNI (purn) Wisnu Bawa Tenaya mengatakan, melihat Hindu harus secara komprehensif. Yakni dari sisi peradaban, budaya, agama, adat dan seni.


"Seperti (upacara) saat ini, kami menyuguhkan adat-adat Jawa. Kami mencoba mengajak seluruh anak bangsa dalam membangun harmoni di bumi Pancasila," katanya, di sela upacara Melasti, Selasa (19/2).


Lanjutnya, menjelang pesta demokrasi ini kepada umat Hindu agar menyambutnya secara gembira dan merdeka. "Kita menjelang pesta demokrasi, harus kita jaga kedamaian. Damai di hati dan damai di akhirat nanti," katanya.


Upacara Melasti ditujukan untuk mensucikan diri sebelum melaksanakan Nyepi. Prosesi sakral ini, diawali dengan arak-arakan gunungan hasil bumi, maupun ubarampe (sesembahan) dari tempat parkir Pantai Ngobaran ke tepi pantai.


Kemudian dilakukan pensucian sarana keagamaan dan doa. Selanjutnya juga ada prosesi berupa beberapa sesaji yang dilabuh ke laut dan grebeg gunungan. Grebeg gunungan berupa hasil-hasil bumi yang telah didoakan itu diperebutkan oleh masyarakat maupun umat yang hadir.


Ketua PHDI, Kabupaten Gunungkidul, Purwanto menambahkan, pada prosesi selanjutnya yaitu melakukan upacara Tawur Agung di pelataran Candi Prambanan. "Tawur Agung akan dilakukan sehari sebelum Nyepi. Itu merupakan simbol untuk membayar semua yang telah kita nikmati di bumi ini," katanya.


Di tempat terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, upacara keagamaan yang digelar setiap tahun di Pantai Ngobaran ini akan dimasukkannya di dalam kalender event wisata. Namun tetap juga dalam konteks menghormati nilai keagamaannya.


"Kalender event wisata, saat ini baru kami garap. Semoga tahun depan upacara Melasti ini bisa masuk dalam atraksi wisata," ucapnya.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore