
Meski sudah dilarang, bendera bulan bintang sempat berkibar di Aceh jelang milad GAM.
Jawapos.com BANDA ACEH – Bendera bulan bintang berkibar di halaman Mess Wali Nanggroe Aceh, Banda Aceh. Pengibaran bendera ini dilakukan belasan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Bendera ini berkibar setengah tiang selama dua jam lamanya, Kamis (3/12).
Pengibaran bendera dilaksanakan satu hari menjelang ulang tahun atau Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ke-39, hari ini (4/12), dimaksudkan untuk mengenang rekan mereka yang meninggal saat konflik terjadi di Aceh.
"Kita menaikan bendera bulan bintang, untuk mengenang jasa saudara kami yang meninggal. Tidak ada maksud membuat kekacauan ataupun lainnya, hanya mengenang jasa dan mendoakan mereka," kata Rizal, salah seorang peserta upacara.
Petugas dari Polsek Jaya Baru, tiba di lokasi setelah bendera itu dinaikan, langsung meminta mereka untuk menurunkan bendera itu lagi.
Namun permintaan tidak direspon Anggota Komisi Peralihan Aceh (KPA). Kendati demikian, pihak kepolisian tidak melakukan tindakan tegas, hanya melakukan negosiasi antara kedua belah pihak.
"Kita menaikan bendera, selain mencintai bendera, juga dalam rangka melakukan upacara untuk mendoakan mereka yang dulu bersama kami. Ini merupakan hak kita untuk mendoakan mereka semoga diberikan tempat yang layak di sisinya," sebut Rizal lagi.
Dia juga mengatakan, sebelum mereka menaikan bendera, pihaknya melakukan doa bersama di mulai dari pukul 08.00 WIB. Kemudian dilanjutkan upacara penaikan dan penurunan bendera, dengan proses baris dan azan berkumandang saat bendera dinaikan dan diturunkan pada pukul 11.00 Wib.
"Kita menurunkan bendera, karena kita juga ingin menjaga perdamaian, meskipun rencana sampai sore. Hasil negosiasi antara pihak kepolisian dan kita tetap menghargai dan juga menjaga perdamaian," sebutnya.
Rizal juga menyebutikan, pengibaran bendera ini juga merupakan bentuk penghormatan atas jasa Tengku Ma'ad Muda Di Tiro, sebagai Walinanggroe Aceh yang ketujuh.
"Jadi ini murni untuk mengenang jasa pada syuhada GAM dan Tengku Maad Di Tiro," kata Rizal.
Sementara itu Kapolsek Banda Baru, Banda Aceh AKP Salamudin, mengatakan pihaknya melakukan negosiasi dengan mantan kombatan. Intinya bendera diturunkan karena sudah jadi kesempatan bersama, pemerintah Aceh dan aparat keamanan,tidak ada pengibaran bendera menyambut Milad GAM.
"Sebelum ada arahan lebih lanjut, kita minta ini diturunkan dulu, dengan cara melakukan negosiasi antara kedua belah pihak," kata Kapolsek.
Selanjutnya dia mengatakan, setelah negosiasi kedua pihak, akhirnya bendera bintang bulan yang sempat berkibar, diturunkan mulai proses upacara, yang diawali dengan penghormatan dan azan.
"Kita lakukan untuk menjaga hubungan baik antara kedua belah. Aparat lebih memberikan wewenang pada Kombatan GAM untuk menurunkan benderanya sendiri," katanya. (ibi/afz/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
