Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Desember 2015 | 13.05 WIB

Setiap Hari Angeline Bekerja tapi Kerap Disiksa

Angeline - Image

Angeline

JawaPos.com - Satu per satu saksi kasus pembunuhan bocah delapan tahun, Angeline Ch Megawe dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Purwanta dkk. Tiga orang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan di PN Denpasar, Bali, Kamis (3/12). 



Mereka adalah pasangan suami istri Franky Alaxander dan Juliet Christine, dan Laurent Soriton. Adik Juliet maupun adik Laurent Soriton sendiri menikah dengan kakak kandung terdakwa Margriet.



Salah satunya Franky. Di depan majelis hakim yang diketuai Edward Harris Sinaga, Franky mengatakan, bersama sang istri tinggal di rumah terdakwa Margriet di Jalan Sedap Malam, Denpasar, sejak 16 Desember 2014 sampai 9 Maret 2015 lalu. 



Franky bekerja mengurus dan merawat 300 ayam dengan gaji Rp 500 ribu per bulan. Franky menggantikan Arnold, pekerja Margriet yang dibawa Laurent, namun kabur karena tidak betah. Selama tiga bulan menetap di rumah terdakwa, Franky mengaku kerap melihat tingkah bengis Margriet saat mendidik Angeline



“Selama dua minggu di sana, saya sering ajak Engeline jalan-jalan. Hanya saja saat tante Telly (sapaan akrab Margaret, red) balik ke Bali dia (Angeline, red) jadi pendiam dan cenderung tertutup,” ujar Franky seperti yang dikutip Bali Ekspres (Jawa Pos Group).



Dalam pekerjaannya setiap hari Franky mengaku selalu dibantu Angeline. Itu pun atas perintah dari Margriet. Selain merawat hewan-hewan peliharaan Margriet, Angeline juga mengepel di sekitar dapur dan kamarnya. 



“Kalau masih ada yang kotor, Angeline pasti dimarahi. Bahkan, tante Telly bilang, 'kamu sudah ngepel? Pembohong! Pendusta! Goddamned! (Makian dalam bahasa Italia, red) Kamu sudah saya kasih makan, sudah saya rawat!' Begitu kata-katanya,” ujar Franky.



Franky memaparkan, murka Margriet kian memuncak ketika mengetahui Angeline bermain dengan cucu Laurent. Dengan ganas Margriet akan menjambak rambut Angeline. 



Bahkan, Franky memaparkan kekejaman Margriet pada Angeline ketika ayam di kandangnya hilang. Dengan nada tinggi, Margriet menyuruh Angeline mencari ayam bersamanya.



Namun, saat ayam tidak ditemukan, Margriet siap dengan bambu yang kemudian digunakan untuk memukul tubuh kecil Angeline. Hingga bambu yang awalnya utuh terbelah menjadi beberapa bagian. 



Melihat kondisi Angeline, Franky mengaku pernah melarang Margriet melakukan tindakan kekerasan tersebut. Namun merasa disepelekan nasihatnya, Franky memilih diam. 



Franky juga mengaku, saat ada pemberitaan Angeline hilang justru ada rasa bersyukur. “Karena hidupnya akan lebih baik walau harus jadi pengemis. Tetapi, waktu tahu Angeline meninggal, saya sedih. Engeline panggil saya papa Angky, sehabis kerja terkadang saya gendong dia,” paparnya. (ika/mus/JPG)

Editor: Husain
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore