Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Februari 2019 | 02.30 WIB

Jalan Sunda dan Jalan Prabu Siliwangi Diresmikan, Plakat Sudah Diganti

Pak de karwo melakukan seremoni peletakan batu pertama monume  perjuangan Mas TRIP - Image

Pak de karwo melakukan seremoni peletakan batu pertama monume perjuangan Mas TRIP

JawaPos.com - Setelah melalui proses panjang, Jalan Dinoyo dan Jalan Gunung Sari di Surabaya resmi ganti nama. Jalan Dinoyo berubah menjadi Jalan Sunda dan Jalan Gunung Sari menjadi Jalan Prabu Siliwangi. 


Namun, hanya sebagian dari keseluruhan panjang jalan yang diubah. Jalan Dinoyo mulai dari persimpangan Jalan Majapahit (pintu masuk kampus UWM), ke arah Pasar Keputran, berganti menjadi Jalan Sunda sejauh 300 meter. 


Sedangkan, Jalan Prabu Siliwangi, terpampang sejauh 600 meter. Mulai dari Ahmad Yani Golf ke arah barat di pintu masuk Tol Gunung Sari. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan semua plakat nama jalan yang baru telah terpasang. 


Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengakui jika proses pengubahan dua jalan tersebut memang lama. Dirinya harus menunggu keputusan Tim Pansus DPRD Kota Surabaya dan pembicaraan dengan masyarakat dan organisasi veteran Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP). 


"Yo durung mari (ya belum selesai). Harus persetujuan Tim Pansus DPRD Kota Surabaya dahulu. Setelah itu, (pembicaraan) dengan TRIP. Karena TRIP juga mengusulkan seberapa panjang jalannya (yang diubah)," kata Soekarwo di Ahmad Yani Golf, Minggu (3/2).


Selain memastikan pemasangan plakat nama jalan baru, Soekarwo juga telah membuka kepengurusan kependudukan bagi warga yang terdampak. Dia memastikan hanya warga Jalan Dinoyo yang terdampak. 


Sementara, tidak ada warga Jalan Gunung Sari yang terdampak. Sebab, tidak ada pemukiman warga sepanjang jalan tersebut. "Langsung, sudah ketemu. sudah dianu (diurus) semua. Plakatnya sudah dicopot..dipasang," kata Soekarwo.  


Terkait jarak, Soekarwo tidak menjelaskan kenapa ada perbedaan pada Jalan Sunda dan Jalan Prabu Siliwangi. Dirinya menganggap, pengubahan dua jalan tersebut adalah simbol dari akhir sengketa budaya selama 600 tahun antara masyarakat Jawa dan Sunda. 


Selain itu, ada juga dampak politik adu domba yang diterapkan pemerintah VOC. Untuk itu, pihaknya membangun Monumen Perjuangan Mas TRIP di Ahmad Yani Golf (sebelum masuk Jalan Prabu Siliwangi). 


Fungsinya, sebagai pengingat sejarah perjuangan arek Suroboyo saat berupaya mempertahankan kemerdekaan. "Jelaslah, TRIP ini pejuang. Terus, monumen ini (diletakkan) di tanah pengairan. Sehingga mudah terlihat," tuturnya. 

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore