Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Februari 2019 | 00.53 WIB

Kompensasi Pembangunan Tol Layang, Bosowa Tanam 5.060 Bibit Pohon

Penanaman 5.060 bibit pohon sebagai kompensasi pembangunan tol layang Makassar, Kamis (31/1). - Image

Penanaman 5.060 bibit pohon sebagai kompensasi pembangunan tol layang Makassar, Kamis (31/1).

JawaPos.com- Penanaman bibit pohon di sejumlah titik di Kota Makassar mulai dilakukan. Penanaman bibit itu sebagai kompensasi proyek pembangunan tol layang di sepanjang Jalan AP Pettarani. Sebelumnya, seribu pohon ditebang untuk memperlancar pembangunan tol layang.


PT Bosowa Marga Nusantara selaku penanggungjawab perjalanan proyek pembangunan tol layang menanam 5.060 bibit pohon berbagai jenis. Direktur Utama PT Bosowa Marga Nusantara Anwar Toha mengungkapkan, pihaknya menyediakan anggaran senilai Rp 1,5 miliar untuk program kompensasi ini.


"Ini bentuk kontribusi perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kami bersama Wika Beton merealisasikan program penggantian pohon yang sudah ditebang," kata Anwar, Kamis (31/1).


Terdapat sejumlah jenis bibit pohon yang disediakan sebagai kompensasi. Antara lain pohon ketapang, pulai, lamtoro, tabebuya, dan lainnya. Jumlah bibit kemungkinan bisa bertambah.


Pohon akan ditanam di berbagai titik dalam kota, terutama pada lahan kosong. Sebagian bibit pada pencanangan perdana ditanam di area lingkar barat, kawasan Tallasa City, Kecamatan Tamalanrea. "Penanaman ini rencananya digelar bertahap Januari sampai dengan Maret 2019 mendatang," katanya.


Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto merespon positif langkah PT Bosowa Marga Nusantara menanam pohon kompensasi. Upaya tersebut dianggap telah melebihi kewajiban kontraktor menanam sekitar dua ribu pohon.


"Di undang-undang, kalau tidak salah itu dua kali lipat kompensasinya untuk satu pohon yang ditebang karena proses konstruksi. Ini rasanya lebih empat kali lipat," kata lelaki yang akrab disapa Danny ini.


Kompensasi penanaman pohon itu lebih dari sekadar menunaikan kewajiban. Danny menyatakan, wujud ini menunjukkan bahwa sebuah proyek infrastruktur untuk kepentingan orang banyak mesti diikuti dengan semangat peduli lingkungan.


"Apalagi di lain sisi, Makassar belum memenuhi kebutuhan ruang terbuka hijau 30 persen dari total luas kota. Pihak pengembang didorong aturan yang berlaku, sejalan dengan upaya kami untuk menambah ruang hijau," jelas Danny.


Pembangunan tol layang dimulai sejak Mei 2018 lalu. Dimulainya pembangunan seiring dengan penebangan seribu pohon di sepanjang median Jalan AP Pettarani, Makassar. Tol layang akan membentang sepanjang 4,3 kilometer di atas jalan nasional.


Proyek ini memakan waktu 22 bulan, dengan nilai investasi Rp2,2 triliun. Jalan tol layang dirancang dengan puncak ketinggian 19 meter di atas tanah. Proyek ini menggunakan konsep beton box ginder yang merupakan teknologi mutakhir untuk konstruksi jalan layang.

Editor: Dida Tenola
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore