
Photo
JawaPos.com - Pengusutan kasus pembunuhan aktivis anti tambang pasir, Salim Kancil, terus berlanjut. Sejumlah oknum yang diduga ikut menikmati bisnis penambangan pasir ilegal yang dijalankan Kepala Desa Selok Awar-Awar Hariyono semakin terkuak.
Hariyono, Kepala Desa Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, berkicau di depan majelis hakim saat sidang sidang disiplin anggota Polsek Pasiran di Mapolda Jawa Timur, Senin (12/10). Selain polisi, Haryiyono juga menyebut keterlibatan oknum pejabat.
Saat ditanya soal aliran dana, kades yang telah memimpin Desa Selok Awar-Awar selama dua periode itu mulai menyanyi. Nama pertama yang dia sebut adalah Sg, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lumajang. "Anggota Dewan itu (Sg, red) pernah meminjam uang Rp 3 Juta. Lalu saya juga pernah ngasih lagi Rp 1 Juta," ungkapnya.
Haryono kemudian mengaku setor kepada Asisten Perhutani Kabupaten Lumajang. Hal ini diperkuat dengan keterangan Eko. Dia menyebut bila ada enam orang staf Perhutani yang menerima uang masing-masing Rp 500 ribu.
Haryono juga mengakui selama menjalankan bisnisnya, memberikan uang keamanan kepada oknum polisi. "Saya sendiri yang menyetor ke Mapolsek Pasirian. Uang itu saya berikan secara sukarela, tanpa adanya paksaan dari polisi," ujarnya.
Selama ini, pihak desa memang sering mendapat bantuan keamanan dari polsek. Dirinya menganggap jajaran kepolisian dan muspika adalah mitra desa. Sehingga memberikan uang bensin maupun keamanan adalah hal yang wajar.
Haryono mengaku, dia memberikan uang kepada Kapolsek dan Babinkamtibmas sebanyak enam kali. Sementara untuk Kanitreskrim, Hariyono menyetor tiga kali. "Kalau Babin saya kasih pas patroli," bebernya. (did/gun/hsn/JPG)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
