
Yusri H Muhammad (17) siswa kelas XII, SMAN 7 Kota Ternate, tewas, Jumat (9/10).
JawaPos.Com JAKARTA- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mengecam tindakan FS alias Fajrian oknun guru honorer SMA Negeri 7 Ternate, Maluku Utara. Aksi pemukulan terhadap siswanya, Yusri H Muhammad siswa kelas XII yang berujung dengan kematian dianggap sebagai pembunuh generasi bangsa.
Ketua Umum PGRI, Sulistiyo mengatakan tindakan Fajrian bukanlah perbuatan yang mencerminkan seorang pendidik dengan mendedikasikan hidupnya demi kecerdasan kehidupan bangsa. Melainkan tindakan seorang pembunuh yang menghilangkan masa depan gerasi penerus bangsa dan harus diberikan sanksi seberat-beratnya.
"Itu bukan tindakan seorang guru, melainkan pembunuh masa depan generasi bangsa," ujar Sulistiyo saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (10/10)
Sebelumya , Yusri H Muhammad wafat akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Fajrian dengan memukul Yusri dengan menggunakan mistar saat apel pagi Jumat (09/10) . Saat itu Yusri yang mengenakan seragam olahraga warna putih diminta pulang oleh Fajrin agar ganti dengan seragam batik.
Merasa instruksi Fajrin tidak digubris, korban ditampar. Entah karena merasa sakit bercampur malu lantaran ditampar di hadapan rekan- rekannya, Yusri bereaksi dan melawan sang guru. Melihat aksi Yusri, Fajrin pun emosi. Tanpa banyak pikir, mistar kayu yang sementara dipegang langsung dipukulkan di belakang kepala Yusri.
Sekian detik kemudian Yusri jatuh tersungkur. Dari mulut korban mengeluarkan busa hingga korban pun pingsan. Benturan keras menyebabkan belakang kepala korban luka sobek sehingga mengeluarkan banyak darah. Yusri dibawah ke Pusekesmas terdekat dan tidak tertolong lagi. (had/jpg)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
