
Ilustrasi
JawaPos.com-Pembebasan dua WNI yang disandera kelompok bersenjata di Papua Nugini masih belum ada hasil. Sejauh ini, TNI juga belum turun tangan. Upaya pembebasan masih diserahkan kepada tentara Papua Nugini (PNG).
Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Teguh Puji Raharjo menyebutkan, pihaknya masih menunggu informasi dari Konsulat RI di Vanimo tentang perkembangan terbaru upaya penyelamatan dua sandera tersebut. Konsulat RI di Vanimo, menurutnya juga terus berkoordinasi dengan tentara PNG yang ditugaskan melakukan pembebasan sandera.
“Kami masih menunggu informasi dari Konsulat di Vanimo mengenai proses pembebasan yang dilakukan Army PNG. TNI tentunya menghormati itu, karena wilayahnya di PNG sehingga pemerintah PNG yang akan berupaya melakukan pembebasan terhadap dua warga kita,” ucapnya.
Disinggung mengenai kemungkinan adanya bantuan dari TNI dalam hal ini Kodam XVII/Cenderawasih untuk membebaskan kedua WNI tersebut, Teguh mengatakan sejauh ini TNI belum turun tangan. Pihaknya masih terus berkomunikasi dengan Konsulat RI di Vanimo dan masih menunggu laporan apakah dari pihak PNG meminta bantuan atau tidak.
Sebelumnya diberitakan, ada dua WNI yang disandera kelompok bersenjata di Papua Nugini yaitu Sudirman (28) dan Badar (20) (sebelumnya diberitakan Bandar). Mereka bekerja sebagai penebang di perusahaan penebangan kayu di Skopro, Distrik Keerom, Papua. (Baca: Kelompok Bersenjata Sandera 2 WNI di Papua Nugini, Siapa Mereka?)
Keduanya disandera setelah terjadi insiden penembakan di Skopro, Rabu (9/9) lalu. Peristiwa ini juga memakan korban seorang warga negara Indonesia lainnya yang bernama Kuba. Hingga kini, Kuba masih harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara, Jayapura.
Saat terjadi penembakan, Sudirman dan Badar sempat melarikan diri. Namun, kedua warga Doyo Baru, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura itu kemudian hilang dan belakangan dikabarkan telah disandera oleh kelompok bersenjata di Papua Nugini. (Baca: Pembebasan 2 WNI Disandera di Papua Nugini, Polda Papua: Belum Ada Hasil)
Polda Papua sebelumnya telah mengutus tiga tokoh masyarakat untuk memastikan keberadaan kedua sandera tersebut. Selain itu, angkatan bersenjata Papua Nugini juga sedang melakukan upaya-upaya penyelamatan. Adapun kelompok yang menyandera mereka diduga adalah kelompok Jefri Pagawak.(jo/nat/jpg)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
