
Ilustrasi
JawaPos.com--Sebanyak 70 persen tenaga kerja Indonesia (TKI) di Sarawak, Malaysia adalah ilegal. Bahkan, ada di antara mereka yang tidak memiliki selembar dokumen pun tetapi nekat berangkat.
Banyak TKI memilih bekerja di Malaysia karena adanya kesamaan bahasa dan kebiasaan. Konsul Jendral Republik Indonesia di Kuching, Malaysia, Jahar Gultom, mengaku, banyaknya TKI ilegal itu cukup merepotkan konsulat.
“Persoalan ketenagakerjaan menjadi salah satu kendala bagi kami. Terlebih para tenaga kerja ini ilegal. Jumlahnya sekitar 60-70 persen. Dan ada juga datang dengan tangan kosong,” kata saat berkunjung ke redaksi Pontianak Post (Jawa Pos Grup), Rabu (9/9) pagi.
Ironisnya, meski tidak memiliki dokumen ketenagakerjaan, kenyataannya para TKI ini tetap bisa bekerja. “Setelah kami pelajari, ternyata mereka membuat paspor di Konsulat," katanya.
Namun, sejak Desember 2014 hingga Juli 2015, pembuatan paspor di konsulat telah dihentikan. Para TKI tersebut hanya diberikan SPLP (surat perjalanan laksana paspor). "Bagi TKI ilegal, kami suruh pulang,” lanjut Gultom.
Mirisnya lagi, tambahnya, tak jarang para TKI yang berada di Malaysia ini mengalami berbagai ragam perlakuan, mulai dari kekerasan fisik, sampai pada korban kejahatan yang berisiko kematian.
Berdasarkan data di Konsulat, setiap tahun ada sekitar 200 TKI meninggal dunia. "Ada yang karena sakit, kecelakaan kerja, korban pembunuh, dan yang terakhir meninggal karena dimakan buaya,” bebernya.
Mengingat TKI yang meninggal ini rata-rata ilegal, dan tidak memiliki dokumen yang jelas, pihak Konsulat kadang kerepotan dalam mengurus pengembalian jenazahnya.(arf/jpg)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
