
Di antara total 4 juta turis Asia yang berlayar di tahun 2017, jumlah turis pesiar dari Indonesia hanya 1,2 persen saja
JawaPos.com - Princess Cruises melayani sekitar dua juta turis setiap tahunnya di atas 17 kapal pesiar mewah ke 360 destinasi global penuh pesona. Sehubungan dengan perayaan hari jadi ke-5 peluncuran rute Princess Cruises dari Singapura ke Asia Tenggara yang baru saja diselenggarakan baru-baru ini, Direktur Asia Tenggara Princess Cruises, Farriek Tawfik berbagi beberapa rencana strategis perusahaan untuk Indonesia di tahun 2019.
Menurut Farriek, sekitar 46.700 turis Indonesia melakukan wisata pesiar pada tahun 2017. Jumlah turis yang melakukan wisata pesiar tumbuh sekitar 40 persen dari tahun 2016.
Tetapi, di antara total 4 juta turis Asia yang berlayar di tahun 2017, jumlah turis pesiar dari Indonesia hanya 1,2 persen saja. "Hal ini berarti potensi wisata pesiar di Indonesia masih sangatlah besar, terutama dengan bertumbuhnya kelas ekonomi menengah di Indonesia yang terus mencari pengalaman wisata baru yang menarik dan unik," kata Farriek, Sabtu (26/1).
Pihaknya, terang Farriek, perlu untuk terus memperkenalkan dan meningkatkan kesadaran wisata pelayaran sebagai pilihan liburan menarik. Itulah sebabnya kami bekerja sama dengan mitra agen perjalanan lokal untuk memberikan edukasi bahwa berwisata pesiar merupakan sebuah pilihan liburan nyaman, mudah, terjangkau, mewah, dan cocok untuk semua anggota keluarga.
Tahun lalu, Princess Cruises menjadi pusat perhatian karena memperkenalkan Luxury Bed pertama yang dirancang khusus untuk kapal pesiar. Pada bulan September 2018, Princess Cruises meluncurkan Ocean Medallion, perangkat teknologi nirkabel canggih perdana seukuran koin yang dapat dikenakan sebagai gelang, liontin, atau cukup disimpan di saku atau tas.
Para tamu, kata Farriek, dapat menggunakannya untuk membuka kunci pintu kabin, mempercepat durasi keberangkatan, memesan makanan dan minuman, melakukan pembayaran, mendapatkan informasi waktu pertunjukan dan hiburan, memesan perjalanan wisata darat, dan masih banyak lagi.
Ocean Medallion sekarang tersedia di atas kapal Carribean Princess. Mulai Februari 2019, akan tersedia di atas kapal Regal Princess. Kedua kapal pesiar tersebut berbasis di Florida, Amerika Serikat, dan akan berlayar di sekitar Kepulauan Karibia.
Selain itu, teknologi mutakhir ini juga akan hadir mulai bulan Mei 2019 di pelayaran perdana Royal Princess di Alaska. Sedangkan, penumpang Crown Princess dan Sky Princess akan dapat menikmati teknologi ini pada kuartal akhir tahun ini.
Rencana perjalanan yang diluncurkan di tahun 2019, lanjut Farriek, di antara Kapal Sky Princess pada bulan Oktober 2019 akan berlayar selama 7 malam dalam pelayaran Mediterania dan Adriatik perdana, dari Athena ke Barcelona melalui Kotor (Montenegro, Eropa), Corfu (Yunani), Messina (Sisilia, Italia), dan Napoli (Italia).
"Untuk merayakan 50 tahun pelayaran kami di Alaska, kami mengerahkan armada terbesar kami yang terdiri dari 7 kapal untuk berlayar ke Alaska mulai dari bulan Maret hingga September 2019, termasuk diantaranya kapal terbesar kami, yaitu Royal Princess, dengan kapasitas 3.600 tamu," tambah Farriek.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
