Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Desember 2018 | 00.18 WIB

Rangkap Wali Kota dan BP Batam, Rudi Tunggu Keputusan Pusat

Wali Kota Batam, HM Rudi (kanan) bersama Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo. - Image

Wali Kota Batam, HM Rudi (kanan) bersama Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo.

JawaPos.com - Wali Kota Batam HM Rudi belum mau menanggapi rencana ex-officio. Tidak hanya menjadi wali kota, Rudi juga akan memimpin Badan Pengusahaan (BP) Batam.


Hal ini berdasarkan keterangan yang dikeluarkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, usai rapat terbatas pada Rabu (12/12).


Sebelum berlalu meninggalkan awak media, Rudi mengatakan akan menunggu keputusan resmi dari pusat. Sampai keterangan tersebut belum diterimanya, ia tidak akan berkomentar terkait dirinya akan mempimpin BP Batam.


"Kita tunggu saja, no komen soal itu (kesiapannya menjadi Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam)," kata Rudi di Batam pada (13/12).


Sementara itu, Pengamat Ekonomi yang saat ini menjadi pengajar di STIE Bentara Persada Batam, Beni Bevly mengatakan, peleburan BP Batam berada di bawah Pemkot, menempatkan Batam seperti pada posisi Batam ketika dibentuk.


Bedanya sekarang bentuk institusi penguasa tunggal secara hukum berbeda, namun esensinya adalah adanya satu pemimpin saja. Memang saat ini perekonomian Batam mulai merangkak maju, namun hal ini tidak cukup.


Semestinya dengan segala fasilitas Free Trade Zone (FTZ) dan letak geografis yang sangat strategis, pertumbuhan ekonomi Batam bisa di atas rata-rata kota atau daerah lain di Indonesia.


Hal ini seperti pertumbuhan ekonomi Batam ketika belum ada peraturan otonomi daerah. Supaya satu daerah bisa maju, lanjut Beni, memang semestinya semua aset dan resources dikelola oleh satu pihak yang berkompeten dan dilakukan secara profesional.


"Dikelola tanpa banyak melibatkan aspek politik, tapi lebih mengutamakan pembangunan ekonomi," kata Beni ketika dihubungi pada Kamis (14/12).


Lebih jauh, Beni mengatakan bahwa apa yang terjadi di Batam saat ini, seperti pertarungan Gajah dengan Gajah, sementara di tengah-tengahnya ada Pelanduk (Kancil) mati di tengah-tengahnya.


"Dualisme kepemimpinan memang benar ada dan eksis, dan adalah hukum alam bahwa sumber daya yang bisa menghasilkan selalu terbatas. Otomatis hal ini menjadi ajang perlombaan bagi kedua pihak ini untuk mendapatkannya. Pelanduk ini adalah pertumbuhan ekonomi yang bisa kita lihat sendiri," kata Beni lagi.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore