
Neneng dan Siti adalah dua ekor gajah yang sudah lama menjadi koleksi di Medan Zoo
JawaPos.com - Setiap akhir pekan atau musim liburan, Kebun Binatang Medan atau Medan Zoo masih jadi tempat pilihan untuk menghabiskan waktu. Medan zoo sendiri memiliki punya 52 jenis koleksi satwa.
Namun tampaknya Neneng dan Siti yang jadi primadonanya. Neneng dan Siti adalah dua ekor gajah yang sudah lama menjadi koleksi di Medan Zoo.
Pihak kebun binatang memperbolehkan Siti dan Neneng ditunggangi. Terlepas masih banyak perdebatan di kalangan pecinta satwa yang menolaknya karena dinilai melakukan eksploitasi terhadap satwa, khususnya pada satwa yang dilindungi.
Setiap pengunjung yang ingin menungang Siti dan Neneng dikenakan tarif Rp 10 ribu per orang. Itu untuk sekali keliling. Pengunjung akan ditemani oleh pawang gajah dari Medan Zoo.
Pengunjung pun rela mengantre. Mereka ingin merasakan adrenalin yang memuncak ketika berada di atas hewan terbesar di daratan itu.
Sekali putaran, jarak yang ditempuh sekira 100 meter. Rutenya berkeliling di areal medan Zoo yang luas. Medan yang dilintasi cukup menantang. Menanjak dan menurun.
Meski usianya memasuki setengah abad, Neneng dan Siti masih prima. Tak pernah juga mereka bermasalah.
Namun ditengah kebahagiaan pengunjung berfoto di atas mereka, Siti dan Neneng punya hasrat terpendam. Mereka berdua jomlo. Tak pernah ada pejantan yang menggauli mereka.
Penyebabnya, cuma Neneng dan Siti yang ada di Medan Zoo. Pihak kebun binatang belum mendatangkan pejantannya hingga sekarang.
"Memang ada niatan kami mau datangkan. Ini masih mengurus administrasinya," kata Dokter Hewan Medan Zoo Sucitrawan, Minggu (13/1).
Suci menjelaskan Siti dan Neneng sudah menjadi penghuni paling lama Medan Zoo. Bahkan saat Medan Zoo masih berada di Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun.
Siti didatangkan dari Taman Hutan Raya pada awal 2005. Sedangkan Neneng dari Aceh, di era 1990-an.
Rencananya Medan Zoo akan mendatangkan pejantan dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Cikampak, Kabupaten Labuhanbatu. Namun mereka mengatakan, usia Neneng dan Siti memang sudah rawan untuk melaksanakan perkawinan.
"Jika sekarang ingin dikawinkan tentu reproduksinya rawan, karena usianya tak muda lagi, sebab jenjang usia gajah Sumatera itu 75 tahun " kata Suci.
Suci menjelaskan, sejak 2010 silam, Medan Zoo sudah membuat surat supaya ada gajah jantan yang didatangkan untuk dikawinkan. Namun sayangnya surat itu belum ditanggapi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
