Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Januari 2019 | 21.15 WIB

Neneng dan Siti, Gajah Jomlo Favorit Pengunjung Medan Zoo

Neneng dan Siti adalah dua ekor gajah yang sudah lama menjadi koleksi di Medan Zoo - Image

Neneng dan Siti adalah dua ekor gajah yang sudah lama menjadi koleksi di Medan Zoo

JawaPos.com - Setiap akhir pekan atau musim liburan, Kebun Binatang Medan atau Medan Zoo masih jadi tempat pilihan untuk menghabiskan waktu. Medan zoo sendiri memiliki punya 52 jenis koleksi satwa.


Namun tampaknya Neneng dan Siti yang jadi primadonanya. Neneng dan Siti adalah dua ekor gajah yang sudah lama menjadi koleksi di Medan Zoo.


Pihak kebun binatang memperbolehkan Siti dan Neneng ditunggangi. Terlepas masih banyak perdebatan di kalangan pecinta satwa yang menolaknya karena dinilai melakukan eksploitasi terhadap satwa, khususnya pada satwa yang dilindungi.


Setiap pengunjung yang ingin menungang Siti dan Neneng dikenakan tarif Rp 10 ribu per orang. Itu untuk sekali keliling. Pengunjung akan ditemani oleh pawang gajah dari Medan Zoo.


Pengunjung pun rela mengantre. Mereka ingin merasakan adrenalin yang memuncak ketika berada di atas hewan terbesar di daratan itu.


Sekali putaran, jarak yang ditempuh sekira 100 meter. Rutenya berkeliling di areal medan Zoo yang luas. Medan yang dilintasi cukup menantang. Menanjak dan menurun.


Meski usianya memasuki setengah abad, Neneng dan Siti masih prima. Tak pernah juga mereka bermasalah.


Namun ditengah kebahagiaan pengunjung berfoto di atas mereka, Siti dan Neneng punya hasrat terpendam. Mereka berdua jomlo. Tak pernah ada pejantan yang menggauli mereka.


Penyebabnya, cuma Neneng dan Siti yang ada di Medan Zoo. Pihak kebun binatang belum mendatangkan pejantannya hingga sekarang.


"Memang ada niatan kami mau datangkan. Ini masih mengurus administrasinya," kata Dokter Hewan Medan Zoo Sucitrawan, Minggu (13/1).


Suci menjelaskan Siti dan Neneng sudah menjadi penghuni paling lama Medan Zoo. Bahkan saat Medan Zoo masih berada di Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun.


Siti didatangkan dari Taman Hutan Raya pada awal 2005. Sedangkan Neneng dari Aceh, di era 1990-an.


Rencananya Medan Zoo akan mendatangkan pejantan dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Cikampak, Kabupaten Labuhanbatu. Namun mereka mengatakan, usia Neneng dan Siti memang sudah rawan untuk melaksanakan perkawinan.


"Jika sekarang ingin dikawinkan tentu reproduksinya rawan, karena usianya tak muda lagi, sebab jenjang usia gajah Sumatera itu 75 tahun " kata Suci.


Suci menjelaskan, sejak 2010 silam, Medan Zoo sudah membuat surat supaya ada gajah jantan yang didatangkan untuk dikawinkan. Namun sayangnya surat itu belum ditanggapi.

Editor: Erna Martiyanti
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore