
Pasangan suami istri, Julia dan Zichamudin saat didampingi KPAI
JawaPos.com - Suasana duka masih menyelimuti keluarga setelah meninggalnya Adriyana Claresia Putri, 2. Kesedihan pasangan suami istri, Julia dan Zichamudin masih terpancar ketika anaknya meninggal dunia di tangan tetangganya sendiri di Gang Naserih, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (1/1) lalu. Apalagi, balita tidak berdosa itu dilempar dari ketinggian dua meter. Padahal, saat kejadian korban sudah meminta tolong tetangga dengan berteriak-teriak.
Orang tua korban tampak masih dirundung duka yang mendalam dan terus berlinang air mata saat menceritakan kejadian nahas tersebut. Karena anaknya meninggal dunia di tangan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Julia menceritakan kronologi kejadian saat nyawa putri tersayangnya direnggut Darmawan yang merupakan tetangga yang mengidap ODGJ. Saat kejadian, kata dia, pintu sudah terkunci. Namun, pelaku menerobos pagar. "Pintu sudah dikunci, diselot tapi dia masuk nyeret anak saya," kata Julia di kediamannya, Jumat (4/1).
Diketahui saat kejadian, Julia sedang berada di toilet. Sedangkan, korban sedang asyik bermain di ruang tamu. Namun, pelaku melihat korban. "Saya waktu itu lagi di ruang tamu sama anak, anak lagi main, saya lagi ngerajut. Pas saya ke toilet, lima menit balik sudah enggak ada. Ternyata anak saya sudah diseret dibawa ke samping gang dipukulin. Saya lihat anak saya sudah tepar," ujarnya.
Menurut dia, pelaku yang memegang parang sempat mengancam Julia ketika ia hendak menyelamatkan anaknya. "Akhirnya saya lari minta tolong tetangga. Pas balik ternyata anak saya sudah dilempar dari atas pagar ke bawah. Tingginya sekitar dua meter," pungkasnya.
Dilempar di Lahan Kosong
Sedangkan Zichamudin menceritakan lokasi tempat anaknya dilempar berada tepat di perbatasan rumahnya dengan lahan kosong yang dibatasi pagar dengan tinggi sekitar 140 sentimeter. "Saya nggak bayangkan anak saya dilempar. Ibaratnya anak saya kayak ayam," tutur dia.
Pelaku sendiri merupakan tetangga korban yang tinggal dengan jarak 300 meter dari rumah korban. "Rumahnya di belakang sini. Memang kadang mengamuk, tapi baru kali ini kejadian ada anak diperlakukan seperti anak saya," pungkasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
