Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Juli 2023 | 16.25 WIB

RS di Makassar Pecat Wakil Direktur yang Aniaya Bocah 3 Tahun karena Mengganggu saat Main Catur

Konsultan Hukum RSU Bahagia Makassar, Muhammad Fakhruddin saat ditemui di kantornya, Minggu (30/7). Pihaknya telah mengambil tindakan dengan memecat dokter berinisial M dari jabatannya. - Image

Konsultan Hukum RSU Bahagia Makassar, Muhammad Fakhruddin saat ditemui di kantornya, Minggu (30/7). Pihaknya telah mengambil tindakan dengan memecat dokter berinisial M dari jabatannya.

JawaPos.com - Seorang oknum dokter di Makassar berinisial M dipecat dari jabatannya akibat tersandung kasus penganiayaan terhadap bocah tiga tahun. Peristiwa penganiayaan terjadi di salah satu warkop di Jalan Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Dari informasi yang dihimpun Fajar.co.id (Jawa Pos Group), M dalam empat bulan terakhir menjabat sebagai Wakil Direktur Pelayanan Medis Rumah Sakit Umum (RSU) Bahagia Makassar.

Konsultan Hukum RSU Bahagia Makassar, Muhammad Fakhruddin saat ditemui di kantornya menyebut, pihaknya telah mengambil tindakan. "Pihak rumah sakit sudah melakukan rapat internal sekitar pukul 14.00 siang, Minggu (30/7), dan pihak rumah sakit mengambil sikap tegas memberhentikan yang bersangkutan dari jabatannya beserta statusnya sebagai pegawai rumah sakit," ujar Fakhruddin, Minggu (30/7).

Dikatakan Fakhruddin, pemecatan tersebut merujuk pada ketentuan RS. Dalam aturan, kata dia, tertulis setiap karyawan yang terlibat kasus hukum maka akan diberhentikan.

"Ya diberhentikan langsung karena ketentuan di rumah sakit ini diatur bahwa setiap karyawan yang terlibat kasus hukum maka wajib diberhentikan oleh pihak rumah sakit," tandasnya.

Meski demikian, Fakhruddin sangat menyayangkan peristiwa yang menimpa salah satu pimpinan di RS Bahagia itu. "Pihak rumah sakit sangat menyayangkan semoga ini menjadi pembelajaran bagi yang bersangkutan dan kita semua," ungkap Fakhruddin.

Sebelumnya diberitakan, heboh di Media Sosial (Medsos) rekaman CCTV seorang bocah tiga tahun menjadi korban penganiayaan pengunjung warkop. Berdasarkan informasi yang diterima Fajar.co.id (Jawa Pos Group), persitiwa itu terjadi di salah satu warkop di Jalan Toddopuli, Kecamatan Panakkukang, kota Makassar, Kamis (20/7), sekitar pukul 23.00 Wita.

Ayah korban bernama Agung, 27, saat ditemui mengatakan, pelaku merupakan salah satu pengunjung yang hampir setiap malam di warkop tersebut. Pelaku, kata dia, merupakan seorang pejabat Rumah Sakit Bahagia Jalan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini. Sekadar diketahui, warkop tersebut merupakan milik Agung yang merupakan ayah dari korban berinisial A, 3.

"Itu pelaku, mereka main catur di sini, kumpul di sini, saya pegang anakku, tapi terlepask dari tanganku, naambil itu kuda catur," ujar Agung kepada Fajar.co.id, Sabtu (29/7).

Agung menambahkan, saat A mengambil kuda catur, pelaku melayangkan tamparannya tanpa ampun. Membuat A terpental ke lantai. "Langsung natampar, sampainya jatuh. Pas jatuh tertumbuk di sini di kursi. Lukanya, ada sedikit di bibir karena benturan di kursi," ungkap Agung.

Karena tidak ingin memperkeruh suasana, Agung mengaku dirinya telah meminta maaf atas apa yang dilakukan anaknya. "Saya bilang, saya minta maaf pak, saya aturan kembali meja caturnya. Tapi dia tidak berhenti bentak-bentak terus," imbuh Agung.

"Segala macam dia bilang, intinya dia bentak-bentak. Balik semua pengunjung warkop bertanya kenapa," pungkas Agung.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore