Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Desember 2018 | 00.45 WIB

Makassar Masuk 10 Kota Intoleran di Indonesia, Danny: Dasarnya Apa?

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. - Image

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto.

JawaPos.com- Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto angkat bicara menanggapi hasil riset dan kajian Setara Institute. Riset itu menyebutkan bahwa Makassar masuk ke dalam 10 kota intoleran di Indonesia.


Kota berjuluk Anging Mammiri ini, menempati peringkat ke-8. Tingkat persentase intoleransinya mencapai 3,63 persen.


Melihat angka itu, Danny-sapaan akrab M. Ramdhan Pomanto- mengaku cukup prihatin.


"Saya cukup prihatin dengan ukuran itu karena kenyataannya memang tidak seperti itu. Inilah kota yang paling toleran. Saya juga heran justru, dengan pandangan yang berbeda, kota toleran justru dibalik menjadi kota intoleran. Ini dasarnya apa?," katanya, Selasa (11/12).


Menurutnya tolak ukur yang menyebut bahwa Makassar masuk dalam indeks kota intoleran dari berbagai daerah di Indonesia, tidak akurat. Danny mencotohkan seperti Singkawang.


"Justru kalau secara, mohon maaf, Islami, itu paling tidak toleran. Nah ukuran apa tidak toleran ini. Perjelas dulu ukurannya. Makassar ini kota paling toleran, paling bisa menerima banyak orang," jelas Danny.


Survey tersebut menurut Danny terkesan membalik fakta menjadi sesuatu yang bersifat fiktif. "Justru ini sebaliknya. Jadi kayak terbalik dia. Justru yang toleran, dia bilang paling tidak toleran. Yang tidak toleran, paling toleran," ucapnya.


Danny memaparkan beberapa indikator bahwa kota yang dipimpinnya layak dianggap sebagai kota toleran. Pertama, Makassar menyandang titel sebagai kota yang paling ramah disabilitas. Hal itu dibuktikan dengan pembangunan fasilitas umum khusus difabel. Seperti, pedesterian khusus difabel, akses-akses dan sarana umum di sejumlah tempat di kawasan strategis perkotaan.


Kedua, Makassar juga diklaim sebagai salah satu kota layak anak.


"Ini kota untuk semua. Sesuai dengan visi dan misi kita bahwa Makassar adalah kota untuk semua. Dan yang meriset serta usulkan itu adalah NGO. Bukan pemerintah. Saya juga sebagai salah satu bentuk pluralismenya. Makanya saya heran kalau Makassar dianggap sebagai intoleran," ungkap Danny.


Danny menegaskan Makassar sedang menuju kota dunia yang nyaman untuk semua. "Itu namanya toleran. Tidak ada diskriminasi. Kalau saya, jujur saya meragukan kriteria yang menganggap Makassar sebagai kota intoleran," pungkasnya.

Editor: Dida Tenola
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore