Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Januari 2017 | 10.30 WIB

Gerbang SMP Diblokir, Pemilik Tanah Tagih Janji Pihak Sekolah

Sejumlah siswa SMPN 5 Lubukalung, Padangpariaman, terpaksa berdiri di luar sekolah karena gerbang sekolah mereka diblokir pemilik lahan. - Image

Sejumlah siswa SMPN 5 Lubukalung, Padangpariaman, terpaksa berdiri di luar sekolah karena gerbang sekolah mereka diblokir pemilik lahan.

JawaPos.com - Pemilik lahan di SMPN 5 Lubukalung, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar memblokir gerbang bangunan sekolah tersebut dengan steger kayu. Akibat kejadian yang berlangsung Rabu (11/1) pagi itu membuat siswa di sekolah itu enggan masuk ke ruang belajar.


Informasi yang dihimpun, pemblokiran yang dilakukan oleh Yulius, pemilik tanah atas bangunan sekolah itu menagih kompensasi dari pihak sekolah. Bentuk kompensasi itu pembayaran sebesar Rp 500 ribu setiap bulannya.


Siswa baru berani masuk ke dalam area sekolah yang berada persis di di Korong Simpangampek, Kampungpaneh, Nagari Airtajun, Kecamatan Lubukalung itu, setelah aparat kepolisian dari Polsek Lubukalung menyingkirkan steger kayu tersebut.


Kepala SMPN 5 Lubukalung, Ari Yunas mengatakan, pemblokiran itu disebabkan tuntutan pemilik tanah, Yulius, berupa kompensasi tak dipenuhi. Pembayaran kompensasi kepada Yulius dan adiknya tersebut tak dapat dipenuhi pihak sekolah sejak Desember 2016 karena ketiadaan anggaran.


Sekadar diketahui, Yulius meminta kompensasi iRp 500 ribu sampai Rp 1 juta per bulan sebagai imbalan atas pemanfaatan tanah tempat berdirinya fisik sekolah. “Pihak sekolah pun telah mencarikan solusi dengan menjadikan Yulius sebagai penjaga sekolah agar bisa digaji. Namun hal tersebut ditolak,” kata Ari yang dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Kamis (12/1).


Akibat persoalan ini, bantuan dari pemerintah pusat untuk pengembangan bangunan sekolah terpaksa dihentikan. “Bantuan yang kami terima dari pusat untuk perbaikan sekolah, harus dihentikan pembangunannya karena terkendala persoalan lahan yang sering diblokir Yulius,” katanya.


Ari menjelaskan, pemblokiran gerbang sudah sering dilakukan Yulius. Di antaranya tahun 2014, 2015, dan 2017. Untuk itu, dia berharap penyelesaian permasalahan itu seharusnya dilakukan secara komprehensif.


Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Padangpariaman, Yernizen menuturkan pihaknya telah membicarakan hal tersebut dengan Kepala SMPN 5 Lubukalung. (g/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore