
Dirreskrimum Polda DIJ Kombespol FX Endriadi (tengah) memberikan keterangan terkait kasus pembunuhan disertai mutilasi di Mapolda DIJ, Sleman, Minggu (16/7).
JawaPos.com - Motif mutilasi yang korbannya mahasiswa UMY Redho Tri Agustian hingga kini masih jadi 'rahasia'. Padahal, aparat kepolisian sudah menangkap dua pelaku mutilasi.
Kriminolog dan ahli psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menilai kasus mutilasi Sleman itu seakan membuka membuka tabir adanya dugaan cinta sesama jenis.
Hal itu dilihat dari rentetan kejadian yang dialami korban. Terlebih dari penemuan jasad korban, yang ditemukannya potongan-potongan tubuh di lima titik di Sleman.
Temuan pertama di area aliran Sungai Bedog, Jembatan Kelor, Kecamatan Turi, Sleman, pada Rabu (12/7) malam. Yang ditemukan, yaitu bagian tubuh manusia berupa tangan dan dua potong kaki.
Selanjutnya pada Sabtu (15/7), temuan potongan tubuh lainnya yang diduga dari korban yang sama. Potongan tubuh itu ditemukan di sungai Krasak, Gimberan, Merdikorejo, Tempel, Sleman.
"Saya merasa tak nyaman melihat pose-posenya di IG," kata Reza seperti dikutip Pojoksatu.id (Jawa Pos Group), Selasa (18/7).
Reza menduga, antara pelaku dan korban diduga terlibat hubungan asmara sesama jenis. "Di mata saya dia gay. Mungkin dia diperkosa sesama gay," sebut Reza.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa apa yang ia sampaikan itu masih sebatas spekulasi saja.
Karena itu, Reza enggan berkomentar lebih banyak dan lebih dalam terkait kasus mutilasi Sleman tersebut. Demikian pula ketika ditanya tentang motif mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian. "No comment. No comment," singkatnya.
Bawa Pulang Pria
Baca Juga: Penguatan Pencegahan Korupsi, Ini Analisis Luhut Mengenai Kinerja KPK
Di sisi lain, Reno, tetangga kos yang tinggal bersebelahan dengan kamar kos Waliyin juga mengungkap fakta lain. Reno mengaku, dirinya sama sekali tidak pernah melihat Waliyin bergaul dengan perempuan.
Dia juga mengaku tidak pernah menemui sosok misterius itu kedatangan tamu teman perempuan. Sebaliknya, dirinya sudah beberapa kali melihat langsung Waliyin pulang membawa cowok.
Akan tetapi Reno juga sama sekali tidak mengenal teman laki-laki yang dibawa pulang ke tempat kos oleh pelaku mutilasi Redho Tri Agustian itu. "Sering (menginap). Teman cowok," bebernya, Senin (17/7).
Meski demikian, baik dirinya maupun tetangga kos lainnya sama sekali tidak pernah menaruh curiga. Menurutnya, karena teman yang diajaknya seorang laki-laki sehingga tidak menimbulkan kecurigaan di tetangga sekitar.
Kecuali, jika yang diajak ke kosnya adalah lawan jenis, baru mengundang perhatian warga sekitar. "Tetangga ya biasa-biasa aja. Kan, tidak ada unsur kecurigaan yang lain. Enggak ada," kata dia.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
