Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Juli 2023 | 04.54 WIB

Kementan Sebut Tradisi Brandu di Gunungkidul Buat Rentan Terjadi Antraks

Ilustrasi: Hewan ternak sapi dapat menjadi perantara penyebaran wabah antraks. - Image

Ilustrasi: Hewan ternak sapi dapat menjadi perantara penyebaran wabah antraks.

JawaPos.com - Direktur Kesehatan Hewan (Dirkeswan) Kementerian Pertanian Nuryani Zaenuddin tak menyanggah bahwa tradisi brandu yang dilakukan warga Gunungkidul, DIJ, menjadi salah satu pemicu merebaknya penyakit antraks di sana.

Pasalnya, ia mengatakan bahwa tradisi brandu membuat waega di Gunungkidul harus menyembelih hingga mengonsumsi daging sapi yang sudah mati.
 
"Jadi hewan yang sudah ingin mati meeka sembelih dan mereka bagi-bagikan gratis pada tetangga," ujar Nuryani kepada wartawan, Kamis (6/7).
 
Hal ini, katanya, tentu meningkatkan resiko terjadinya kasus antraks. Sebab, antraks sendiri disebarkan melalui hewan yang terlebih dahulu terkena antraks.
 
 
"Antraks sekali lagi tidak bisa dibebaskan, tapi hanya bisa kita kendalikan," pungkas Nuryani.
 
Sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Penanganan Penyakit Menular (P2P) Kementerian Kesehatan Imran Pambudi menjelaskan kronologis penyakit antraks yang menyebabkan tiga orang tewas di Dusun Jati, Candirejo, Semanu, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
 
Imran menuturkan, awal kejadian ini adalah saat ada kasus kematian sapi dan kambing milik warga berinisial KR di Gunungkidul pada 18 Mei lalu. Usai ditemukan mati, warga justru malah menyembelih dan membagikan dagingnya kepada warga untuk dikonsumsi.
 
"Jadi ini yang menjadi salah satu penyebab penyebarannya," kata Imran kepada wartawan, Kamis (6/7).
 
 
Dalam proses penyembelihan sapi yang sudah mati itu, ada seorang warga berinisial WP yang ikut terlibat dan kemudian menjadi pasien yang positif Antraks.
 
"Tanggal 1 Juni WP masuk ke rumah sakit dengan keluhan gatal-gatal, bengkak, dan luka. Waktu diperiksa ada sampel-nya positif spora antraks dari tanah tempat penyembelihan sapi tadi," ungkap Imran.
 
Dua hari berlalu, WP kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito. Di sana, ia diambil sampel darah dan dinyatakan suspek antraks. "Tanggal 4 Juni WP meninggal," ucap Imran. 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore