Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Juli 2023 | 18.13 WIB

Tiga Hanyut dan Satu Warga Meninggal akibat Banjir Bandang di OKU Selatan

Banjir bandang menerjang wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumatera Selatan, pada Rabu (5/7). - Image

Banjir bandang menerjang wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumatera Selatan, pada Rabu (5/7).

JawaPos.com–Banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumatera Selatan, mengakibatkan tiga orang warga hanyut. Dua di antaranya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, satu orang ditemukan meninggal dunia, pada Rabu (5/7). Banjir bandang itu juga mengakibatkan 202 KK atau 457 jiwa terdampak bencana tersebut.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU Selatan Heri Pramono menjelaskan, korban meninggal dunia itu langsung dimakamkan pada hari yang sama. Beberapa warga yang sebelumnya sempat mengungsi juga telah kembali ke rumah masing-masing.

”Korban meninggal sudah dimakamkan saat itu juga. Untuk pengungsian saat ini sudah kembali ke rumah masing-masing,” kata Heri dalam keterangannya, Kamis (6/7).

Laporan yang diterima Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari BPBD OKU Selatan, peristiwa banjir bandang itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut, dalam durasi yang cukup lama. Sehingga memicu luapan Sungai Saka dan Sungai Selabung.

Menurut data sementara, lanjut Heri, banjir bandang telah berdampak di 10 desa/kelurahan di enam kecamatan di OKU Selatan. Adapun wilayah yang terdampak meliputi Desa Ulak Pandan di Kecamatan Kisam Tinggi; Desa Wai Gugur, Desa Simpang Pendagan, Desa Rengas, Desa Tangsi Bawah, Desa Kisau, dan Desa Talang Bandung di Kecamatan Muaradua. Selanjutnya Desa Lawang Agung di Kecamatan Muaradua Kisam, Desa Madura di Kecamatan Buay Sandang Aji, Desa Tekana di Kecamatan Buana Pemaca, dan di Kecamatan Runjung Agung.

Sementara itu, BPBD OKU Selatan juga melaporkan kerugian materi meliputi 2 rumah hanyut, 2 jembatan hanyut, dan sebanyak 202 rumah warga terendam banjir dengan tinggi muka air (TMA) 60 sentimeter. Di samping itu, lahan pertanian seluas 4 hektare juga terendam banjir.

Dia bersyukur, pada Rabu (5/7) sekitar pukul 22.46 WIB, banjir terpantau berangsur surut di Kecamatan Muaradua Tangsi. Namun, di wilayah Kecamatan Kisam Tinggi, debit air masih cukup tinggi. 

”Namun, sinyal telekomunikasi di dua wilayah tersebut juga mengalami gangguan. Sehingga proses kaji cepat dan pelaporan data serta informasi turut terkendala,” ucap Heri.

Sebagai upaya penanganan darurat, BPBD OKU Selatan telah berkoordinasi dengan lintas instansi terkait termasuk aparatur desa. BPBD OKU Selatan juga telah mendirikan posko utama di halaman Polsek Kecamatan Muaradua.

Dia memastikan, bantuan berupa logistik dan peralatan juga telah didistribusikan kepada warga terdampak. Bupati OKU Selatan juga turut hadir ke lokasi memberikan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

”Pemberian bantuan dari Gubernur Sumatera Selatan disampaikan langsung oleh Bupati OKU Selatan,” jelas Heri.

Kendati sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten OKU Selatan, khususnya di Kecamatan Muaradua hingga Sabtu (8/7). Hal itu sebagaimana informasi prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Sebagai bentuk antisipasi dari potensi bencana susulan, BNPB mengimbau agar mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah untuk melakukan upaya mitigasi yang meliputi pemantauan kondisi sungai, pembersihan sampah maupun material lain yang dapat menyumbat aliran air, monitoring kondisi tanggul, jalan dan jembatan hingga pemantauan debit air saat terjadi hujan agar dilakukan secara berkala.

”Masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai agar melakukan evakuasi mandiri sementara jika terjadi hujan menerus dengan intensitas tinggi selama lebih dari satu jam. Masyarakat juga diharapkan agar selalu memperhatikan kondisi debit sungai dan menghindari lereng curam yang minim vegetasi,” papar Heri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore