Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Mei 2017 | 08.10 WIB

Kena Razia Saat Berduaan di Kamar Hotel, Pejabat Ini Ngaku Berdiskusi

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com -   Terjaringnya salah seorang pejabat di lingkungan  Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD-Dukcapil) dengan inisial S cukup menampar wajah Pemerintah provinsi (Pemprov) NTB.


Kepala Dinas DPMPD-Dukcapil Provinsi NTB, H Rusman mengaku telah memanggil pejabat dimaksud yang menduduki posisi Kepala Bidang (Kabid) . Namun, pejabat inisial S tersebut membantah jika melakukan perbuatan mesum. 


"Saya sudah tanya dia, tapi jawabannya hanya diskusi saja di dalam kamar," ungkap Rusman sebagaimana dilansir Radar Lombok (Jawa Pos Group), Sabtu  (27/5).


Rusman sendiri   merasa malu atas pristiwa yang menimpa anak buahnya di DPMPD-Dukcapail. Apalagi, saat terjaring razia, pejabat tersebut  menggunakan mobil dinas dan ditemukan oleh petugas sedang berada di dalam kamar.


Dirinya tidak pernah membayangkan, salah satu Kabidnya tersebut akan terjaring razia Penyakit masyarakat (Pekat).  "Kami tentu sangat menyesalkan. Innalillahiwainna ilaihi rojiun, semua datang dari Allah dan semua akan kembali pada Allah," ucapnya serius.


Perbuatan S, diakui ataupun tidak telah mencoreng nama baik ASN. Tidak terkecuali Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DPMPD-Dukcapil. "Kalau masalah asusila, wajar dia diberikan sanksi jika terbukti. Saya harap juga dia menerimanya dengan lapang dada," kata Rusman.


Atas kejadian tersebut, seluruh pegawai DPMPD juga melakukan upacara pada Jumat pagi. Rusman mengumpulkan jajarannya agar tidak terulang kembali kasus serupa. Mengingat, seorang ASN harus memiliki tanggungjawab moral dan bisa menjadi contoh bagi masyarakat.


Istri S, juga mendatangi kantor DPMPD. Kedatangannya karena suaminya diberitakan terjaring razia Pekat. Sang istri, yang merupakan seorang dosen sangat tidak menyangka suaminya bisa berbuat seperti itu di luar rumah.


Terkait dengan sanksi yang akan diterima S, Rusman menyerahkan kepada pimpinan daerah atau Badan Kepegawaian Daerah (BKD). "Saya akui, ini kegagalan saya juga mendidik jajaran disini. Saya juga sudah minta maaf kepada Pak Sekda atas kelalaian saya ini," ujarnya.


Kepala Satpol-PP Provinsi NTB, Lalu Dirjaharta menegaskan, ASN Provinsi NTB yang terjaring razia tersebut, sempat diamankan petugas karena ditemukan berada di dalam kamar bersama perempuan yang bukan istrinya. "Ada 26 orang kedapatan sedang berada di dalam kamar hotel melati, mereka diduga berbuat mesum," kata Dirjaharta.


Dalam Operasi gabungan (Opgab) yang dilakukan Pada Rabu lalu (24/5), sebanyak 33 orang terjaring razia. Terdiri dari 13 pasangan atau 26 orang bukan suami-istri diamankan dan 7 orang lainnya diamankan juga karena ditemukan meminum-minuman keras. (zwr/nas/JPG)


Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore