Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Mei 2017 | 10.15 WIB

Penjelasan Pihak Rutan Selatpanjang, Dua Jam Sebelumnya Masih Ada

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Pihak Rutan Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau memberikan penjelasan terkait kaburnya tiga tahanan di tempat itu. Mereka berdalih, beberapa sebelum kejadian tiga orang tahanan itu masih berada di dalam selnya.


Kasi TU Cabang Rutan Selatpanjang Afrianco mengatakan, pada Selasa (24/5) pukul 17.00 WIB seluruh sudah masuk ke dalam sel pada pukul 17.00 WIB. Kemudian pengecekan secara rutin terus dilakukan terus menerus.


"Saat pengecekan dan kontrol yang kami lakukan pada pukul 22.30 WIB tahanan itu masih ada. Namun saat pengecekan pada pukul 00.30 WIB sudah tidak ada dalam sel," kata Afrianco seperti dilansir Riau Pos (Jawa Pos Group), Kamis (25/5).


Disebutkannya, sebetulnya tahanan titipan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Meranti  itu ada 4 orang. Mereka semua ada di dalam satu sel. Namun tiga di antaranya berhasil kabur.


Andi Saputra alias Andi (28), warga Jalan Tanjungharapan (Beran), Gang Tumu RT 01/RW 01 Selatpanjang Kota Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti. Pria yang bekerja sebagai buruh ini dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 3 dan 5 Jo Pasal 480 KUHP dengan Kasus Pencurian.


Kemudian, Agan Alias Akan bin Angau (29), warga Jalan Lintas Semukut, Gang Kemanik RT.02/RW 03 Desa Semukut Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti. Pria yang berprofesi sebagai nelayan ini tersandung kasus Pencurian dengan Pasal 363 ayat (1) KUHP.


Zulkifli alias Atan (25), warga Jalan Bambu Kuning, Gang Pelajar RT 01/RW02 Desa Banglas Barat Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti. Pria pengangguran ini tersandung kasus pencurian dan dijerat Pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP.


Sementara satu orang lagi bernama Angau, merupakan orang tua salah satu tahanan yang kabur. "Dia mengaku tidak tahu dan tertidur saat tiga tahanan lainnya kabur. Saat ini dia tidak bisa ditemui dan telah kami pindahkan," sebutnya.


Pada saat kejadian, kata Afrianco, petugas yang berjaga hanya sebanyak 3 orang. Satu orang berjaga di pintu depan, satu petugas di tengah atau pada steril area dan satu petugas lagi di pintu belakang atau pintu mengarah ke sel tahanan. "Petugas penjagaan kita hanya 9 orang dan setiap sift ditugaskan sebanyak 3 orang. Sedangkan total petugas kita secara keseluruhan sebanyak 20 orang saja," akunya.


Saat ini kapasitas Cabang Rutan kata dia sebanyak 222 orang. Dimana sebanyak 55 orang merupakan tahanan titipan dari Polisi dan Kejaksaan. Sedangkan sebanyak 167 orang merupakan narapidana. "Daya tampung kita hanya 85 orang. Selain itu bangunan kita ini dibangun sejak tahun 1980. Artinya memang pada sejumlah struktur bangunan sudah mulai lapuk. Terutama Plafon yang terbuat dari kayu," akunya. (amy/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore