Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Maret 2017 | 06.55 WIB

Mercusuar Pulau Serutu Diusulkan jadi Kawasan Cagar Budaya

Bangunan Belanda dan mercusuar di Dusun Kampak Pulau Serutu, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar. - Image

Bangunan Belanda dan mercusuar di Dusun Kampak Pulau Serutu, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar.

JawaPos.com - Bukan hanya di Pulau Belitung, di Pulau Serutu, Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar juga terdapat mercusuar peninggalan Belanda yang tidak kalah menarik yang berusia lebih dari satu abad. 


Mercusuar ini akan diusulkan menjadi kawasan cagar budaya Kabupaten Kayong Utara. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Jumadi Gading yang ditemui usai melakukan survey cagar budaya peninggalan Belanda, Senin (20/3).


Mercusuar yang berada di Kecamatan Kepulauan Karimata tersebut masih terawat. “Bangunan yang berada di sekitar mercusuar adalah bangunan yang dibuat oleh Belanda dan masih terawat dengan bagus. Hingga saat ini masih ada penjaganya,” ujarnya.


Berdasarkan informasi yang didapat Tim Survey Cagar Budaya Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan, bangunan mercusuar ini sudah ada sejak tahun 1800 silam. Hal ini juga dibenarkan Kepala Dusun Kampak, Desa Betok, Baso.


“Berdasarkan informasi yang didapat secara turun temurun, bangunan ini sudah ada ketika Belanda masuk tahun 1837 di Karimata. Untuk membangun menara ini banyak warga pribumi yang menjadi pekerja paksa yang dilakukan oleh tentara Belanda,” terang Baso yang menjadi pemandu ke menara mercusuar.


Untuk mencapai ke menara ini memerlukan waktu sekitar 30 menit pendakian dari belakang rumah penduduk yang ada di Dusun Kampak. Bahkan, bangunan untuk petugas penjaga mercusuar masih berdiri kokoh dan sangat terawat. Terdapat empat kuburan di sekitar bangunan. Serta terdapat bekas kolam renang yang sudah tidak berfungsi.


Hal menarik lain yang ditemukan tim survey, yakni atap genteng yang berada di kompleks mercusuar ini bertuliskan Stoom Pannen fabriek van echt. “Kalau kita menelusuri dari internet, pabrik genteng ini memang sudah ada tahun 1800 di Belanda,” ulas Jumadi.  Mercusuar yang masih berfungsi dengan baik ini untuk memandu kapal yang melintasi Selat Karimata agar tidak kena terumbu karang yang tinggi.


Selain melakukan survey di lokasi mercusuar, tim survey juga mendatangi beberapa titik bekas peninggalan masa lalu yang ada di sana. Di antaranya, batu yang bertuliskan huruf Tionghoa yang diyakini penduduk sekitar adalah bekas awak kapal pasukan Cina yang pernah mendarat di Kepulauan Karimata. Tulisan ini berada di Pasir Cina dan Pasir Galang Kapal di Pulau Serutu.


Selama tiga hari di Kepulauan Karimata, diakui Jumadi, mereka menemukan peninggalan masa lalu yang menjadi bukti sejarah kejayaan Kepulauan Karimata. (Kamiriluddin/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore