Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 April 2017 | 17.29 WIB

Minibus Ditabrak Kereta Api, Banyak Korban Terlempar, 6 Tewas

Sebuah minibus elf ditabrak Kereta Api Lodaya Pagi di perlintasan tanpa palang pintu Sigong, Desa Pucung Lor, Kecamatan Kroya - Image

Sebuah minibus elf ditabrak Kereta Api Lodaya Pagi di perlintasan tanpa palang pintu Sigong, Desa Pucung Lor, Kecamatan Kroya

JawaPos.com - Kecelakaan kereta api di Cilacap menelan enam korban jiwa. Sebuah minibus elf ditabrak Kereta Api Lodaya Pagi di perlintasan tanpa palang pintu Sigong, Desa Pucung Lor, Kecamatan Kroya. 

Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 11.15, Selasa (18/4). Korban meninggal rata-rata mengalami luka parah di bagian kepala karena duduk dibelakang persis sisi kanan belakang yang terhantam loko.    

Korban meninggal masing-masing Tohari (26) warga Desa Purwodadi RT 1 RW 2 Kecamatan Nusawungu. Hadi Prayitno (55) warga Desa Nusawangkal RT 1 RW 4 Kecamatan Nusawungu, Wasiyah (40) warga Desa Nusawungu. Vivi (7) warga Purwodadi Rt 2 Rw 2.

Darto (70) warga Desa Purwodadi RT 2 RW 2 dan korban meninggal ke enam seorang balita bernama Sava (5) warga Desa Purwodadi RT 2 RW 2 Kecamatan Nusawungu. Semua korban meninggal maupun luka dievakuasi ke Rumah Sakit Aghisna Kroya.

Korban selamat atas nama Martono (60) warga Purwodadi yang mengalami patah di kaki sebelah kanan dan Rasem (67) warga Pesawahan Binangun. Mereka masih menjalani perawatan di RSU Aghisns Media Kroya.

Sementara itu Sunaryo (44) sopir minibus yang selamat bersama 7 penumpang lainnya masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kroya. Kemungkinan yang bersangkutan akan dibawa ke Mapolres Cilacap untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Awalnya, rombongan keluarga dari Desa Purwodadi Kecamatan Nusawungu akan menghadiri pernikahan di Banjarnegara menggunakan minibus elf nopol R 1724 EA dari agen travel Kanthong Bejo Trans yang dikemudian oleh Sunaryo salah seorang anggota keluarga.

Sekira pukul 11.00 kendaraan berangkat dari rumah, naas saat melintas diperlintasan “maut” Dusun Sigong sekira pukul 11.15 sang sopir Sunaryo yang datang dari arah selatan tidak melihat jika ada kereta yang akan melintas.

Karena “palang pintu” manual tidak tertutup sehingga dia tidak menduga jika ada kereta yang datang dari arah timur dan langsung menghantam kendaraan yang dikemudikan.Hantaman keras dibagian belakang kendaraan membuat kendaraan sempat tercecer hingga belasan meter dan penumpang yang berada di bagian belakng ikut terlempar.

Saksi mata Kusnandar (40) mengaku melihat langsung saat kedua jenis moda tranportasi tersebut berbenturan. Benturan antara kereta dan minibus membuatnya sempat tertegun beberap saat. “Suaranya sangat keras dan saya melihat penumpang yang ada didalam mobil terlempar keluar kendaraan,” kata dia.

Dia yang saat itu datang dari arah utara mengaku melihat kendaraan melintas pelan dari selatan dan tiba-tiba dari arah timur muncul kereta hingga terjadi benturan. Setelah kereta lewat dia memarkir sepeda motornya bersama satu pengendara seorang ibu yang langsung mendatangi korban yang berjatuhan.

Bahkan dia mengaku melihat salah seorang penumpang terpental ke atas dan terjatuh tak jauh dari tempatnya berhenti. Hingga membuatnya tertegun. Akhirnya dia mencoba menolong yang selamat dulu.

“Dari dalam mobil penumpang yang selamat termasuk sopir langsung keluar ikut mendatangi korban yang tergeletak. Saya kemudian minta tolog kepada warga,” kata dia.

Kapolres Cilacap AKBP Yudo Hermanto menyatakan, saat ini masih dilakukan penyelidikan terkait dengan kecelakaan kereta api yang menyebabkan 6 orang meninggal dunia. “Kalau penyebab meninggalnya penumpang dugaan kami akibat benturan yang sangat keras antara kereta dan mini bus,” kata dia.

Namun untuk memperjelasnya nanti akan dilakukan identifikasi oleh petugas dari bagian laka. Karena lokasinya memang bukan perlintasan yang berpalang pintu maka ini harus menjadi perhatian pengendara agar saat melintas diperlintasan kereta api, baik yang ada palang pintunya atau pun tidak untuk lebih waspada.

Sedangkan menurut Kholil (55) warga Sigong mengaku sebenarnya sudah lama tidak ada kecelakaan kereta sejak ada penjaga swakarsa yang dibuat oleh Desa Pucung Lor. Kecelakaan sekarang ini membuat warga teringat kembali kecelakaan-kecelakaan yang merenggut nyawa pada waktu sebelumnya.

“Kalau dulu memaang sering terjadi kecelakaan karena itu banyak yang menjuluki perlintasan Sigong perlintasan muat. Namun setelah dijaga jarang terjadi dan baru kali ini terjadi lagi,” kata dia. (yan/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore