Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 Juni 2017 | 06.33 WIB

Festival Jatiluwih, Cara Kabupaten Tabanan Mendongkrak Pariwisata

Bupati Tabanan Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti (berbaju biru) saat acara Jatiluwih Agliculture Festival 2017 di kawasan wisata Jatiluwih, Kecamatan Panebel Kabupaten Tabanan. Jumat (16/6). - Image

Bupati Tabanan Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti (berbaju biru) saat acara Jatiluwih Agliculture Festival 2017 di kawasan wisata Jatiluwih, Kecamatan Panebel Kabupaten Tabanan. Jumat (16/6).



JawaPos.com - Sebagai upaya menarik perhatian para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, Pemerintah Kabupaten Tabanan Bali melalui pengurus Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih mengadakan festival yang dinamakan Jatiluwih Agricultural Festival 2017. 


Bupati Kabupaten Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan, Festival Jatiluwih akan menjadi agenda Tahunan Pemerintah Kabupaten Tabanan. 


Sebab, Jatiluwih diharapkan bisa menjadi kebanggaan masyarakat Tabanan, masyarakat Bali dan juga Indonesia serta menjadi pusat perhatian Dunia.


“Dengan diadakannya festival setiap tahun, kita akan ingat bahwa pertanian harus dilestarikan, budaya harus dilestarikan," ujar dia saat membuka kegiatan festival di kawasan wisata Jatiluwih, Kecamatan Panebel Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Jumat (16/6). 


"Saya juga bangga tadi sempat melihat ada warung cerdas, ada mobil sampah, sangat inovatif. Harapan kami program ini bisa memberikan atmosfer dan dapat menular ke kecamatan lain, jadi tidak di Panebel saja," ujar Eka.


Eka juga menambahkan bahwa saat ini, wisatawan yang berkunjung ke Jatiluwih terus meningkat. Di mana yang awalnya hanya 50.000 setiap tahun, sekarang meningkat menjadi 350.000 orang. 


"Kemudian pendapatan perkapitanya pun meningkat yang awalnya hanya 20 juta menjadi 40 juta," tambah dia. 


Tidak hanya itu, dalam rangka terus mengembangkan destinasi wisata tersebut serta menunjang kesejahteraan petani, Pemerintah Kabupaten Tabanan terus mengadakan terobosan seperti megadakan kerjasama dengan Pemerintah Kota Toyama Jepang. 


Yakni dalam hal pembangunan mikro hidro yang merupakan pembangkit listrik bertenaga air yang akan menerangi 200 titik lampu.


“Ini bukti kita sangat cinta terhadap petani. Kita terus mendorong taraf hidup petani, karena petani adalah raja Kita bawa bantuan yang banyak dengan biaya produksi murah. Selain itu, kita akan bantu juga pengolahan beras yang bekerjasama dengan pabrik, dan ini harus dijaga, saya mohonkan juga pengamanannya," tandas Eka sambil memberikan pesan terhadap pengurus DTW Jatiluwih.


Sementara itu, Manager Operasional sekaligus merupakan Kepala Badan Pengelola Daerah Tujuan Wisata Jatiluwih, I Nengah Surtirtayasa menambahkan, tujuan diadakannya acara ini bahwa telah ditetapkannya Jatiluwih sebagai bagian dari warisan wisata dunia. 


Sekaligus menjalin hubungan dengan desa-desa penyanggah, serta meningkatkan promosi Indonesia pada umumntya dan khususnya DTW Jatiluwih.


“Pada pra festival ada pemasangan lelakut, upacara ngusaba dan pemsangan enyor, di acara festival ada launching warung cerdas yang mewadahi produk petani-petani kita di Jatiluwih, , atraksi panen,  pameran kuliner, UKM dan juga parade pertanian," pungkas Tirta.


Pada pembukaan festival tersebut juga turut dihadiri oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia yang diwakili oleh Kepala Balai Besar Diklat Pertanian, Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Ketua DPRD Propinsi Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Perwakilan Kota Toyama Jepang serta pejabat daerah lainnya.(mam/JPG)



Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore