Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Februari 2017 | 18.31 WIB

Komunitas Hidroponik, Bertanam Sayuran di Lahan Sempit

Teknik menanam hidroponik makin digemari masyarakat Majalengka. - Image

Teknik menanam hidroponik makin digemari masyarakat Majalengka.

JawaPos.com – Penggemar hidroponik di Kabupaten Majalengka kini mempunyai wadah. Mereka membentuk komunitas hidroponik Kabupaten Majalengka. Ketua Komunitas Hidropnik Kabupaten Majalengka, Heryanto SP menyebutkan, ada 30 orang melakukan pertemuan pertama dan membentuk komunitas hidroponik di Desa Gunung Manik Kecamatan Talaga, beberapa waktu lalu.

Syarat menjadi anggota komunitas tidak sekadar menyukai pola hidroponik, tapi harus menerapkannya dalam budidaya tanaman.  Penyuluh pertanian Kecamatan Cingambul ini menjelaskan, hidroponik masuk ke Indonesia sekitar tahun 1990-an dibawa oleh almarhum Bob Sadino.

Menurut Heryanto, menanam dengan sistem hidroponik sangat tepat untuk menyiasati lahan pertanian yang semakin sempit. Selain itu bisa memenuhi kebutuhan sayuran dan buah-buahan yang dibutuhkan setiap hari. Menanam dengan sistem hidroponik juga cukup mudah serta bisa dilakukan anak-anak  dan ibu-ibu.

“Kalau menanam sayuran di sawah para petani biasanya kotor dengan tanah, tapi dengan hidroponik kita tidak kotor dan tidak terlalu capek,” ujar Heryanto.

Sementara anggota komunitas, H Emen memiliki lahan di rumah 80 cmx120 cm tapi bisa menanam 70 jenis tanaman dan dinikmati setiap hari. Hasil dari menanam hidroponik selain untuk dikonsumsi sendiri juga untuk memenuhi pesanan para peminat.

Tanaman hidroponik juga sangat bagus buat kesehatan terutama pencernaan, sehingga banyak dokter yang memesan tanaman hidroponik tersebut. Selain tanaman seperti cabai, kangkung, pakcoy, juga buah-buahan seperti tomat dan melon bisa ditanam dengan sistem hidroponik.

Semetara Pembina Yayasan Tanziilul Kariim Majalengka, Hj Lilis Lina Naoralita SAg mengaku tertarik dengan system hidroponik. Menurutnya, dengan lahan yang sempit masih bisa menanam berbagai tanaman.

Dijadwalkan, Minggu (19/2) akan digelar pelatihan hidroponik untuk para santri, orang tua santri, dan masyarakat umum tanpa dipungut biaya.

“Kalau biasanya kami menggelar kajian Alquran setiap bulan, tapi minggu depan kami akan isi dengan pelatihan hidroponik plus kajian fiqih dari segi agamanya,” tutur Lilis. (ara/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore