
Penyerahan simbolis 14 unit bus sekolah dan BRT di Makassar, Kamis (6/12)
JawaPos.com- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyerahkan bantuan Bus Rapid Transit (BRT) dan bus sekolah ke sejumlah kabupaten/ kota di Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (6/12). Kehadiran dua transportasi publik tersebut, diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan bagi pelajar.
"Sesuai program yang dijalankan oleh Pemerintah Perhubungan Darat, ini (BRT dan bus sekolah) sudah ditunggu sejak lama oleh daerah-daerah. Kami ingin meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan angkutan umum," ucap Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiadi di sela-sela penyerahan simbolis kepda Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, di Makassar, Kamis (6/12).
Untuk tahun anggaran 2018, pihaknya membuat BRT sekitar 280 unit dan bus sekolah 180 unit lebih. 14 di antaranya diberikan melalui Pemprov Sulsel dan akan diteruskan ke sejumlah kabupaten dan kota yang dianggap paling membutuhkan.
Gubernur Nurdin Abdullah mengatakan, hadirnya BRT dan bus sekolah tersebut akan sangat efektif membantu pelajar dalam menunjang aktifitas pendidikan.
"Saya kira ini sebuah terobosan yang baik, karena memang sebuah kota dan kabupaten butuh angkutan umum yang nyaman. Kita tahu selama ini, terutama di kabupaten, anak-anak kita mengunakan mobil pikap terbuka dan itu sangat rawan. Apalagi akses jalan yang berkelok-kelok," kata Nurdin.
Hadirnya fasilitas ini, diperkirakan juga akan mengurangi kemacetan. Yang perlu dilakukan saat ini adalah bagaimana membangun infrastruktur pendukung, seperti pedesterian, halte yang bagus hingga tempat parkir.
Menghadirkan BRT lebih murah, aman dan lebih terjamin juga tidak kalah pentingnya. Pengoperasian BRT akan lebih dioptimalkan dengan menghadirkan sistem manajemen yang baik. Masyarakat harus punya banyak pilihan moda transportasi.
"Sekarang tinggal pengelolaan yang harus bagus. Jadi ada time table jam mereka lewat. Mungkin akan kami lengkapi schedule-nya, bus dengan nomor ini tujuannya lewat mana," tuturnya.
Selain pelayanan ditingkatkan, Nurdin menginginkan masyarakat menggunakan saran BRT untuk angkutan umum. Jika selama ini ke tempat kerja lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi, ke depan diharapkan masyarakat beralih menggunakan transportasi publik.
"Kalau sekarang kan mereka lebih banyak menggunakan angkutan pribadi dan itu yang membuat kemacetan. Coba lihat negara maju, kendaraan begitu banyak tetapi tidak macet, hari minggu baru mereka naik kendaraan pribadi. Hari-hari kerjaan kendaraan umum," tegasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
