
Kawasan Jalan Beller masih terendam air. Pelajar SMP 9 Miftahul Jannah harus naik perahu karet untuk pergi ke sekolah.
JawaPos.com - Hujan deras yang mengguyur Balikpapan, Minggu malam (7/5) berdampak luas. Tidak hanya mengganggu istirahat sebagian warga yang rumahnya terendam dan melumpuhkan arus lalu lintas, tetapi juga mengganggu belajar anak sekolah yang sedang menghadapi ujian.
Pantauan media ini, dampak paling parah banjir terletak di Jalan Beller yang sudah jadi langganan. Bahkan kawasan RT 31, Kelurahan Damai, Balikpapan Kota ini terendam lebih dari 24 jam. Sejak pukul 00.00 Wita hingga jelang sore kemarin (8/5). Petugas gabungan dari BPBD, Basarnas, kepolisian, dan relawan sejak dini hari bersiaga.
"Sejak pagi kami telah mengevakuasi 50 pelajar sekolah. Mereka ini perlu penanganan karena sedang mengikuti ujian sekolah. Makanya untuk listrik tetap dinyalakan subuh tadi karena mereka banyak yang belajar. Kalau listrik dipadamkan akan mengganggu belajar mereka," ujar Babinkamtibmas Kelurahan Damai, Suprapto.
Miftahul Jannah, pelajar SMP Negeri 9 Balikpapan misalnya. Pada pukul 09.00 Wita menjadi pelajar terakhir yang dievakuasi oleh petugas BPBD. Bersama ibunya, dia masih mengenakan baju tidur. Rencananya dia akan pergi ke sekolah pukul 10.00 Wita. Baju sekolah dimasukkan ke dalam kantong plastik agar tidak basah.
"Masuk jam 10. Enggak tahu mau ganti di mana. Harus cepat soalnya mau ujian terakhir hari ini. Mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Syukurnya buku-buku tidak ada yang basah jadi masih sempat belajar," ujar Miftahul.
Namun untuk warga lain, disebutkan petugas tidak dilakukan evakuasi. Mereka memilih tetap tinggal di loteng rumah. Sementara yang tidak memiliki loteng, memilih mengungsi duluan sejak malam di rumah saudara atau keluarga terdekat. Dari data yang diperoleh, ada 125 rumah dan 300 kepala keluarga yang terkena dampak banjir di Jalan Beller ini.
"Selain merendam rumah, hujan juga merendam kendaraan warga. Bahkan tadi malam (kemarin) sempat dilakukan evakuasi seorang ibu yang pingsan karena syok terjebak di dalam mobil. Beruntung sopir cepat tanggap segera melakukan pertolongan dan membawanya ke RSUD," sebut Kasi Tanggap Darurat Evakuasi Korban dan Kebakaran BPBD wilayah Selatan, Suprayitno.
Dirinya menyebut dua orang petugas BPBD menemukan posisi mobil terseret dan terjebak di tengah lahan. Dengan kondisi penuh dengan pasir dan lumpur. Selain itu, petugas juga mengevakuasi mobil mogok di kawasan jalan MT Haryono yang biasa jadi langganan banjir juga. "Cakupan banjir cukup luas. Untuk di Jalan Beller sendiri ketinggian air mencapai leher orang dewasa," tambahnya.
Bukan hanya di Jalan Beller, kawasan Gang Mufakat, Kelurahan Damai Bahagia RT 03 juga tak jauh berbeda. Ketua RT 03, Yusran menyebut selama banjir di wilayahnya, ada 98 rumah terendam. Sementara 70 rumah di antaranya terendam hingga ketinggian air 1 meter. Namun masyarakat sudah waspada dan mayoritas mempunyai loteng untuk berlindung. "Jadi warga kami tidak evakuasi ke mana-mana. Hanya saja kegiatan harian terganggu. Seperti tidak bisa memasak," ungkapnya. (*/ane/rdh/rsh/k18/fab/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
