Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Februari 2017 | 04.50 WIB

Harga Tak Seimbang, Mafia Daging Ayam Resahkan Peternak

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Harga daging ayam di pasaran melambung tinggi beberapa hari terakhir. Ternyata penyebabnya terjadi selisih yang sangat jauh antara harga ayam di level peternak dan pedagang. Peternak ayam membandrol Rp 12 ribu-Rp 16 ribu, sedangkan pedagang, naik tiga kali lipat menjadi R p30 ribu-Rp 35 ribu perkilogram.

Fakta itu ditemukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Bogor dan peternakan ayam, dini hari Senin (06/02). Ketua KPPU RI Syarkawi Ra’uf menduga ada permainan kartel dalam penentuan harga ayam di pasaran.

Dia khawatir ada pihak-pihak yang ´bermain´ dan sengaja mengatur harga. “Apabila ditemukan ada yang telah mempermainkan harga, kami tak segan-segan akan bertindak tegas,” ujarnya kepada wartawan Senin (06/02).

Dia menganalogikan,  jika harga ayam di peternak  Rp 12 ribu–Rp 16 ribu. Maka, harga maksimum di pedagang harusnya berkisar antara Rp 27 ribu–Rp28 ribu dengan berbagai macam ongkos.

“Jadi rumusnya Rp 16 ribux1,65 harga ayam yang normal berkisar Rp 22 ribu–Rp 25 ribu. Nah, pertanyaanya kemana yang Rp 8 ribu lagi,” tanya Sarkawi.

Menurutnya telah terjadi masalah di tengah-tengah rantai distribusi dari level peternak ke tingkat konsumen. KPPU mendapatkan informasi dari para peternak ayam bahwa ada peran dari beberapa broker yang terintegrasi dengan perusahaan-perusahaan pemilik day old chicken (DOC) atau pemilik pakan sehingga terjadi pengaturan harga.

“Ini yang akan kita tindak lanjuti untuk dilakukan penelitian maupun penyelidikan di KPPU,” kata Syarkawi. Dia menilai, selama ini telah terjadi eksploitasi di mana para integrator mendapat keuntungan besar, tetapi pengusaha kecil merugi.

Karenanya Ia meminta agar Bada Usaha Milik Negara (BUMN) segera masuk ke sektor perunggasan. Karena, BUMN dinilai bisa menjadi mitra bagi peternak-peternak mandiri. “Yang memungkinkan adalah optimalisasi BUMN yang sejak awal sudah berada di bidang pangan,”tukasnya. (pj/cr3/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore