
Satu rangkaian kereta di Kota Padang sedang melintas melayani jalur Padang-Padangpariaman.
JawaPos.com - Dalam upaya membangun jalur kereta Trans Sumatera, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berusaha mengkoneksikan jalur kereta dari wilayah Sumatera Barat (Sumbar) dengan Riau.
Agar proses penghubunan itu tercapai, Direktorat Perkeretaapian Kemenhub melakukan sejumlah tahapan. Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatera Bagian Barat, Bernadette Endah Sari Mayashanti mengatakan, untuk mengaktifkan kembali jalur kereta api di Sumbar, Dirjen Perekeretaapian Kemenhub telah melakukan sejumlah kegiatan. Seperti, peningkatan jalur Padang-Padangpariaman, mengaktifkan kereta jalur Lubukalung-Kayutanam dan membuka jalur, Simpang Haru-BIM.
Selain itu, target utama program perkeretaapian di Sumbar, mengkoneksikan jalur kereta Sumbar-Riau via Logas. Mendukung program itu, pemerintah sudah melakukan peningkatan kapasitas rel, dengan mengganti bantalan rel dari bantalan kayu menjadi bantal beton.
”Secara umum target kita reaktivitasi semua jalur kereta di Sumbar, kemudian membangun rel yang mengonekkan Sumbar dengan Trans Sumatera,” sebut Bernadette seperti dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Selasa (7/2).
Untuk pendukung reaktivitasi jalur, akan didukung dengan pembangunan enam jembatan sepanjang jalur Padang-Kayutanam dan peningkatan jalur Padang-Padang Pariaman. Kemudian pembangunan tiga flyover. Jalur Padang-BIM pembangunan peron dan terminal di BIM, termasuk jembatan layang.
Sementara untuk jalur Trans Sumatera pada 2017 reaktivitasi juga dilakukan untuk jalur Padangpanjang-Bukittinggi dan Limapuluh Kota. Untuk kegiatan itu, pada tahun ini, dimulai dengan sosialisasi pola aksi untuk menertibkan kembali rel yang sudah beralih fungsi. Kemudian eksekusi penertiban bangunan. Pada tahun 2018 dilanjutkan dengan penyusunan dokumen dampak lingkungan dan detail engineering design (DED). ”Dengan rangkaian program ini, kita targetkan konstruksi baru dapat dilakukan pada 2019,” sebutnya.
Diakuinya, sejumlah masalah dalam reaktivitasi jalur kereta api di Sumbar harus dihadapi dan menjadi tantangan berat. Seperti banyaknya rel yang beralih fungsi. Kemudian pemanfaatan lahan rel kereta api menjadi jalan raya. Termasuk aksi penambangan liar pada badan jalan rel kereta api di daerah Sijunjung tepatnya di pembangunan jalur KA Muaro Kalaban-Muaro Sijunjung.
Bernadette menyampaikan bahwa tambang liar yang beroperasi di sekitar jalur telah mengakibatkan rusaknya badan jalan KA. Terkait hal ini, Bernadette mempertanyakan mengapa belum ada tindakan dari aparatur negara akan itu. Ia meminta agar diupayakan pengamanan badan jalan KA.
”Masalah yang juga patut diberi perhatian khusus yakni besarnya potensi kecelakaan karena banyaknya jalur KA yang sejajar atau berpotongan dengan jalan raya,” pungkasnya. (wni/iil/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
