Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Juli 2017 | 07.05 WIB

MUI Selidiki Aliran AKI yang Diduga Sesat

Ketua MUI Kalbar HM. Basri Har - Image

Ketua MUI Kalbar HM. Basri Har

JawaPos,com - Munculnya aliran Amanah Keagungan Ilahi (AKI) di Kabupaten Mempawah membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalbar terkejut. Saat ini MUI sedang menyelidiki aliran yang diduga sesat itu.


AKI mengabaikan beberapa syariat yang memang merupakan kewajiban umat Islam. Seperti tidak menunaikan salat dan puasa yang merupakan rukun Islam. “Kalau memang betul seperti itu, berarti itu jelas aliran sesat. Karena mengabaikan rukun Islam yang lima itu, di antaranya salat dan puasa,” tegas Ketua MUI Kalbar HM. Basri Har, dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Selasa (4/7). 


Dikatakannya, salat dan puasa merupakan kewajiban pokok. Jika tidak dilaksanakan, berarti aliran itu memang sesat. Apalagi kewajiban tersebut adalah perintah dan terdapat di beberapa ayat Alquran, menyebutkan perintah tersebut wajib dilaksanakan. 


“Kita masih melakukan koordinasi dengan MUI Mempawah. Nantinya MUI Mempawah akan melakukan penyelidikan dengan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya,” katanya.


HM. Basri Har mengaku belum bisa memvonis. Karena dia belum tahu persis ajaran AKI. “Tetapi ketika memang aliran itu menganjurkan jamaahnya tidak melakukan salat dan puasa, berarti itu sudah jelas bertentangan, kita harus luruskan, selamatkan umat kita,” ujarnya. 


Dia mengatakan, jika warga merasa resah dengan aliran AKI, dipersilakan mengajukan laporan kepada pihak kepolisian dan MUI. Menghindari adanya gejolak yang tidak diinginkan, apalagi sebelumnya di Kabupaten Mempawah pernah ditemukan aliran yang menyimpang dari ajaran yang dianjurkan, HM Basri Har meminta MUI Mempawah turun melakukan penyelidikan. “Jangan sampai terulang kejadian seperti aliran Gafatar,” katanya. 


Menurutnya, begitu mudahnya warga membuat serta mengikuti aliran yang menyimpang dari ajaran yang sudah dianjurkan, karena mereka ingin menjadi umat beragama, tetapi mencari yang tidak membebankan dirinya. Ketika ada ajaran yang tidak menganjurkan untuk melakukan hal yang sudah ditentukan seperti salat dan puasa, maka orang tersebut cepat mudah terpengaruhi. 


“Apalagi kalau ada iming-iming lainnya, ya sudah masuk lah dia. Namun apabila imannya kuat, Insya Allah tidak akan terpengaruh,” ungkap HM. Basri Har. (Maulidi Murni/Hamka Saptono/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore