Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Februari 2017 | 14.27 WIB

Misterius, Wabah Ulat Bulu Serang Permukiman

Warga Dusun Cepiring, Desa Cepiring, resah dengan serangan ulat bulu yang menyerang permukiman. - Image

Warga Dusun Cepiring, Desa Cepiring, resah dengan serangan ulat bulu yang menyerang permukiman.

JawaPos.com - Warga di Dusun Cepiring Timur, Desa Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, resah dengan keberadaan sarang koloni ulat bulu yang berada di lingkungan permukiman sejak sepekan terakhir. Ulat tersebut menyebabkan gatal dan panas jika menempel di kulit. Saat ini, wabah sudah masuk ke rumah-rumah warga.

Pantauan Radar Pekalongan (Jawa Pos Group), serangan ulat bulu masuk ke rumah warga pada pagi hingga siang hari. Selain menjijikan, hama ulat bulu juga membuat rasa gatal jika menempel pada kulit. Belum diketahui secara pasti penyebab serangan ulat bulu.

Keberadaan ulat bulu itu membuat aktifitas warga menjadi terganggu, karena harus sering membersihkan rumah dan memusnahkannya setiap hari. Meski begitu, serangan ulat bulu kembali datang pada keesokan harinya.

Warga membersihkan ulat-ulat bulu yang menempel pada dinding atau lantai rumahnya. Setelah terkumpul, ulat dibuang.  Tidak hanya itu, warga juga menggunakan cara sederhana untuk membasmi hama ulat bulu dengan dibakar. Cara itu diharap bisa membasmi ulat bulu lebih mudah dan cepat mati agar tidak menyebar ke rumah maupun pohon yang lainnya.

Salah seorang warga, Anshori, mengatakan, wabah ulat bulu yang terjadi di dusunnya sudah terjadi sejak satu pekan. Warga belum mengetahui secara pasti sarang dari koloni ulat bulu itu berada. Bahkan ulat bulu-ulat bulu itu sudah masuk ke rumah-rumah warga.

"Gatal kalau ulat bulu sampai merambat di kulit. Kami, warga resah dan sudah cari sumber sarang ulat bulunya di pohon-pohon yang ada di permukiman tapi belum ketemu. Kecurigaan kami, sarangnya ada di dalam pabrik gula. Tapi kami tak bisa melapor, karena posisi PT IGN tidak aktif," kata dia, Selasa (31/1).

Sementara itu, perangkat Desa Cepiring, Erna, mengungkapkan, pihaknya dengan Dinas Pertanian sudah melakukan pembasmian ulat bulu dengan penyemprotan menggunakan insektisida. "Kemudian juga menggerakkan warga untuk kerja bakti melakukan penebangan pohon-pohon dan membakarnya," ungkap dia.

Upaya pemberantasan dengan penyemprotan insektisida yang dilakukan dinas pertanian dinilai masih belum maksimal. Sehingga hal itu yang membuat pemerintah Kabupaten Kendal terus melakukan kordinasi untuk memberantas penyebaran ulat bulu yang terus mengganas.
(nur/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore