Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Desember 2017 | 02.11 WIB

Gembleng Pelaku Usaha, CMA Ajak UMKM Melek Teknologi

UKM KREATIF: Imansyah Arrainy didampingi Ananta Wisesa menyerahkan cinderamata kepada Zirma Yusri saat roadshow Citi CMA di Padang, Kamis (21/12). - Image

UKM KREATIF: Imansyah Arrainy didampingi Ananta Wisesa menyerahkan cinderamata kepada Zirma Yusri saat roadshow Citi CMA di Padang, Kamis (21/12).

JawaPos.com - Menjamurnya pelaku msaha mikro kecil menengah (UMKM) menggairahkan perekonomian nasional. Kondisi itu didukung semangat Presiden Joko Widodo yang terus mendorong generasi muda untuk mencintai wirausaha. Pihak swasta seperti Citi Indonesia (Citi Bank) ikut mengembleng pengetahuan pelaku UMKM. Hal itu juga dilakukan Citi Indonesia di Sumatera Barat. 


Head of External Communication Citi Indonesia Ananta Wisesa mengatakan, pihaknya mengapresiasi pelaku UMKM dalam bentuk berbeda. Mereka konsisten dengan penghargaan Citi Microentrepreneurship Awards (CMA) selama 13 tahun berturut-turut. Citi Indonesia bekerja sama dengan mitra pelaksana Mercy Corps Indonesia.


''Apresiasi terhadap pelaku UMKM tidak saja di Indonesia, namun sudah terlaksana di 30 Negara lain. Ini adalah program unggulan Citi yang didanai Citi Foundation untuk menggerakkan pelaku UMKM,'' kata Ananta dalam road show Citi CMA di salah satu hotel di Kota Padang, Kamis (21/12).


Gelaran CMA di Indonesia, sedikitnya telah menarik lebih dari 6.000 pengusaha mikro. Mereka telah memberikan penghargaan kepada 120 orang pengusaha mikro di nusantara. Selama 2017pihaknya menjaring 700 lebih pelaku usaha. Dengan pola menggelar road show di tiga kota. Antara lain, Padang, Yogyakarta, dan Makassar.


''Kami seleksi dan menyisakan 20 finalis nantinya. Setelah itu, kami beri pelatihan tentang wirausaha dengan pola bootcamp di Jakarta,'' beber Ananta. Di sisi lain, kemajuan zaman menuntut setiap masyarakat mengenal dan memahami era digital. Nyaris, setiap layanan dagang dan jasa dijajal menggunakan aplikasi online. Berbagai layanan online sudah populer digunakan.


Pola dalam jaringan tersebut menyasar mayoritas masyarakat dengan taraf ekonomi dan sumber daya manusia menengah ke atas. Seperti, layanan tiket pesawat, penginapan, jasa transportasi, peralatan rumah tangga, hampir seluruhnya memanfaatkan online.


''Kondisi ini juga akan mempengaruhi UMKM di Indonesia. Artinya, para pelaku UMKM harus cepat beradaptasi dan melalui program ini, kami juga memberikan pengetahuan soal bersaing di era digital,'' imbuh Ananta.


Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar Zirma Yusri mengatakan, Pemprov Sumbar menyambut baik program CMA tersebut. Menurut dia, pola seperti itu yang sangat diperlukan bagi pelaku UMKM. Wirausaha tidak saja bicara kualitas, namun secepat ala melakukan pemasaran menggunakan media sosial dan sebagainya.


''Di Sumbar ada juga sebagian produk UMKM yang sudah memasarkan produk dengan sistem digital. Tapi, itu baru pada tataran pelaku usaha yang memiliki SDM baik dan melek teknologi. Mudah-mudahan dengan program ini, pelaku usaha di Sumbar terpancing belajar dan melek teknologi,'' harap Zirma Yusri.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore