Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Desember 2016 | 10.28 WIB

Musala Pesantren Rubuh, Santri Tetap Salat Berjemaah di Lapangan

Sekolah Tinggi Agama Islam Samalanga hancur akibat gempa di Pidie Jaya. - Image

Sekolah Tinggi Agama Islam Samalanga hancur akibat gempa di Pidie Jaya.

JawaPos.com PIDIE JAYA - "Keluar. Lari...lari!" teriakan dari luar kamar itu, membuat seisi kamar berhamburan.



Amrul Yunan Usman, santri pesantren Dayah Ummul Ayman, Samalanga sempat menyambar peci dan sajadah, sebelum menyelamatkan diri.



"Amrul begitu keluar, ketabrak tong sampah di depan kamar, memang gak ada luka, cuma lebam aja," kenang Amrul menunjukkan pahanya.



Dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Amrul mengisahkan, Rabu (7/12) pagi itu memang sangat berbeda. Menjelang subuh dia dan beberapa santri lainnya sudah bangun.



Sembari menunggu waktu subuh tiba, mereka tetap berada di dalam kamar sembari mengaji. Tiba-tiba ketenangan dini hari itu berubah setelah adanya guncangan besar.



Mereka akhirnya lari tunggang langgang mencari perlindungan agar tidak terkena reruntuhan.



"Ada kawan yang masih ngantuk juga ikut lari, udah kosong pikiran bang, gelap lagi, penting kami lari kemana teman-teman lain lari," kisahnya.



Saat gempa itu Amrul bersama rekannya sesama santri kelas 1 SMP begitu panik. "Banyak yang nangis, teringat orang tua, pokoknya, Amrul pikir ini udah berakhir hari ini," katanya.



Sesampai di luar asrama, semua santri berkumpul di halaman. Teungku (guru), meminta mereka untuk tetap di sana, mushala tempat mereka salat akhirnya retak, dan tidak ambruk. Meski demikian, subuh itu mereka tidak salat di musala.



"Sekitar 30 menit kami di lapangan, terus azan dikumandangkan, kami wudu dan salat jamaah bersama seribuan santri lain.



Usai subuh, ustaz memberi nasihat pada kami.



"Ini adalah cobaan pada kita semua, mungkin banyak diantara kita yang lalai dengan dunia dan lupa pada Allah," kata Amrul mengulang ucapan nasihat sang guru, Teungku Subhan.



Setelah pagi tiba santri bergegas gotong royong membersihkan kamar, dan lemari-lemari yang berjatuhan.



Santri-santri yang mengalami luka, langsung di bawa ke Puskesmas Pesantren (Puskestren).



Pesantren ini berada di jauh dari gedung kampus Sekolah Tinggi Agama Islam ( STAI) Al-Aziziyah yang hancur. Di sana kubah masjid di komplek dayah MUDI Mesra Samalanga roboh.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore