Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 November 2017 | 23.18 WIB

Korban Pasar Terbakar Batal Direlokasi, Ini Kata Pemkot Bukittinggi

SEMENTARA: Pemkot Bukittinggi membangun pasar penampungan korban kebakaran Pasar Ateh di kawasan parkiran bioskop Gloria di belakang kawasan Pasar Ateh. - Image

SEMENTARA: Pemkot Bukittinggi membangun pasar penampungan korban kebakaran Pasar Ateh di kawasan parkiran bioskop Gloria di belakang kawasan Pasar Ateh.

JawaPos.com - Ribuan pedagang korban kebakaran Pasar Ateh Bukittinggi Sumatera Barat 30 Oktober 2017 bisa bernafas lega. Pihak Pemkot Bukittinggi mengabulkan tuntutan pedagang tidak merelokasi ke jalan Perintis Kemerdekaan.


Mereka mulai membangun lokasi pasar penampungan di area parkir depan bioskop Gloria, belakang Pasar Ateh dan lokasi pasar wisata yang tidak jauh dari kawasan jam gadang. Lokasi itu disepakati karena sesuai keinginan pedagang yang tidak mau jauh berjualan dari kawasan jam gadang.


Kepala Dinas Perindustrian UKM dan Perdagangan Kota Bukittinggi Muhammad Idris mengatakan, target pembangunan lokasi pasar penampungan selesai dalam waktu dekat. Sehingga segera dimanfaatkan pedagang untuk melanjutkan usahanya.


''Untuk pedagang toko dibutuhkan 763 kios yang akan kami bangun di parkiran bioskop Gloria dan pasar wisata. Sedangkan 463 lapak PKL lainnya akan kami bangun di belakang pasar Ateh,'' kata Idris, Senin (20/11).


Saat ini, kata Muhammad Idris, dilakukan pengerjaan di area parkir depan bioskop Gloria. Selain itu, pemagaran di lokasi belakang pasar Ateh yang nantinya juga dibangun pasar penampungan.


''Setidaknya untuk membangun penampungan dibutuhkan waktu 2 hingga 3 bulan ke depan,'' katanya.


Menurut Idris, pasar penampungan dapat digunakan pedagang awal Januari 2018. ''Kami akan tempatkan pedagang sesuai jenis dagangan masing-masing,'' tukas Idris.


Wakil Wali Kota Bukittinggi Irwandi senada. Menurut dia, keputusan pemindahan pedagang merupakan bentuk komitmen Pemkot Bukittinggi menuruti keinginan pedagang korban kebakaran pasar Ateh pada 30 Oktober 2017.


''Semula, kami ingin relokasinya ke Jalan Perintis Kemerdekaan. Tapi, pedagang minta di sini dengan alasan Jalan Perintis terlalu jauh dan dikhawatirkan aktivitas penjualan turun,'' kata Irwandi.


Sebagaimana pernah diberitakan, kebakaran pasar terjadi dini hari Senin (30/10), meluluhlantakkan 1.190 unit toko dan lapak PKL. Sedikitnya, seluruh bangunan kios di lantai 3 hangus terbakar. 95 persen lantai 2 ludes dan 50 persen rusak di lantai 1.


Semula, meski mendapat protes, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias kukuh bakal merelokasi pedagang korban kebakaran ke Jalan Perintis Kemerdekaan. Sehingga, proses pemindahan utuh dan tidak terpencar. Jika pemindahannya dipisah-pisahkan, dikhawatirkan memancing kesenjangan yang berujung pada kecemburuan.


''Jalan Perintis Kemerdekaan sudah kami ukur bersama dinas PU. Kondisinya memungkinkan untuk membangun sekitar 1.994 kios. Kalau jalan, di khawatirkan sulit untuk parkir. Nah, jika tidak ada lahan parkir di pasar penampungan, otomatis pembeli lari ke pasar lain,'' terang Ramlan kala itu.


Pihaknya merencanakan, pasar penampungan kelak mampu menampung parkir bus pariwisata. Dimana, lantainya di cor, pintu rollingdor plus platfon, atau baja ringan pakai spandek. ''Intinya, lokasi relokasi kelak kita usahakan senyaman mungkin. Sehingga, pedagang dan pembeli nyaman bertransaksi,'' kata Ramlan.


Namun, akibat arus penolakan kian deras dan juga telah dilaporkan ke DPRD Bukitinggi, Pemkot Bukittinggi akhirnya mengabulkan permintaan pedagang untuk direlokasi dekat dengan kawasan pasar Ateh.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore