
Kondisi jalan buruk di Kampung Tabek Nagari Rawanggunung Malelo Kecamatan Sutera Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat, Minggu (17/12)
Jawapos.com - Warga Kampung Tabek Nagari Rawanggunung Malelo, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar mengeluhkan kondisi jalan di wilayahnya, Minggu (17/12).
Pasalnya, meski sudah bertahun-tahun dikeraskan, hingga kini jalan sepanjang 4 kilometer itu tak juga kunjung diaspal.
Kian hari, kondisinya kian memprihatinkan. Saat musim penghujang datang, kondisi jalan mirip kubangan kerbau. Kondisi tersebut tentu menyusahkan para pengguna jalan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Padahal, jalan tersebut merupakan akses satu-satunya yang dipergunakan warga untuk aktivitas sehari-hari. Mulai dari jalur pulang-pergi kerja, hingga akses transportasi para pelajar. "Kalau sudah hujan, kondisinya becek. Jalan menjadi berlumpur. Akibat kerikil dan batu yang jadi pengerasan membuat kendaraan sering bocor. Beginilah kondisi kampung kami," sebut Bujang Joni, 35, salah seorang warga setempat, Minggu (17/12).
Jalan di wilayahnya tersebut, imbuh Joni, belum pernah tersentuh aspal terutama jalan di kampung Sialang dan Gunung Malelo. Sementara, di kampung Tabek sudah pernah diaspal. Namun, sekitar tahun 2007 lalu masuk proyek PDAM. Sehingga jalan hancur akibat sering dilalui truk bermuatan material bendungan PDAM kala itu.
Sampai kini, belum tampak keseriusan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan untuk memperbaiki jalan tersebut. Padahal, ada ribuan warga yang bergantung pada jalan tersebut untuk mengangkut hasil pertaniannya. "Gara-gara jalan buruk ini, banyak warga yang terjatuh saat membawa padi, gambir dari lahan pesawahan dan kebun," katanya.
Wali Nagari Rawang Gunung Malelo, Seri menyebutkan, jalan kampung tabek merupakan jalan penghubung beberapa akses kampung di nagari tersebut.
Menurutnya, perbaikan jalan tersebut telah sering dimasukkan dalam rencana perbaikan dari Pemkab Pesisir. Namun, perbaikan tersebut baru sebatas janji dan angin segar untuk masyarakat. Buktinya, sampai hari ini belum terealisasi.
"Setiap Musrenbang kami usulkan untuk segera diaspal dan sudah sejak tahun 2007 kami berjuang, dan sampai kini belum berhasil," kata Seri pada sejumlah awak media, Minggu (17/12).
Selain jadi akses utama warga di kampung itu, jalan tersebut juga menjadi jalan tani warga, termasuk satu-satunya akses penghubung kampung-kampung dan kenagarian lainnya yang terdapat di daerah itu.
"Jalan di Tabek ini, akses satu-satunya dari Kampung Sialang, Malelo ke Kampung Lanpanjang dan beberapa kampung tetangga lainnya. Jalan ini, sehari-hari jadi akses utama warga ke ladang dan sekolah siswa, di Rawanggunung Malelo," pungkasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
