Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 November 2017 | 12.40 WIB

Prajurit TNI yang Sukses Bebaskan Sandera Naik Pangkat Istimewa

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat menyematkan pangkat ke salah seorang prajurit yang sukses membebaskan sandera - Image

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat menyematkan pangkat ke salah seorang prajurit yang sukses membebaskan sandera

JawaPos.com - Setelah sukses melakukan operasi pembebasan para sandera warga sipil, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan apresiasi kepada anak buahnya.


Gatot memimpin langsung upacara kenaikan pangkat bagi 57 prajurit TNI luar biasa, yang dipusatkan di Desa Waa Banti, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, Minggu (19/11).


Ke-57 prajurit TNI tersebut dinilai berprestasi dalam kegiatan Operasi Terpadu TNI/Polri dalam penanggulangan KKB dan pembebasan warga dari area Kimbeli Tembagapura, Jumat lalu (17/11).


Upacara ini dihadiri juga oleh para petinggi TNI dan Polri, pihak PT Freeport Indonesia, para wartawan, serta para insan pers. Demikian isi press release yang diterima Radar Timika (Jawa Pos Group) dari Polres Mimika, Minggu (19/11) melalui Aiptu Hempi Ona.


Rombongan Panglima TNI tiba di lokasi upacara sekitar pukul 10.15 WIT dengan menumpang kendaraan kendaraan Rantis, 3 unit Bus Armor, dan 5 unit kendaraan Toyota LWB dan melintas Mapolsek Tembagapura menuju Kampung Utikini Lama, Distrik Tembagapura.


Panglima sendiri bertindak sebagai inspektur upacara dalam upacara ini dan selanjutnya memimpin upacara kenaikan pangkat.


Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang didampingi istri, dalam amanatnya mengatakan, dirinya datang untuk memberikan penghargaan kepada prajurit-prajurit TNI terbaik dalam melaksanakan tugas pembebasan sandera dan operasi bersama TNI dan Polri.


“Saya punya keyakinan dan seyakin-yakinnya bahwa operasi ini berhasil karena bimbingan fan muhzizat dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa. Dan mengapa saya memberikan penghargaan karena operasi ini dilakukan dengan sangat teliti dengan pengamatan dengan intensif, dan didahului dengan langkah-langkah yang dilakukan olek Kapolda,” ujarnya.


Ditegaskan Panglima TNI, langkah-langkah negosiasi oleh Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Boy Rafli Amar menurunkan para tokoh agama, pendeta, uskup, Komnas HAM, kepala suku semua dilakukan. Bahkan menyebarkan pamflet dilakukan secara intensif setiap hari dan setiap saat tanpa mengenal lelah.


Semakin hari kata Panglima TNI, stok logistik semakin menipis dan kesehatan warga semakin memburuk. Bahkan 12 orang wanita mengalami kekerasan seksual, Rp 107.500.000 dirampok, 200 HP dirampas, emas 254,4 gram dirampok, bahkan kesehatan tidak ada dan dilarang melaksanakan ibadah pada hari Minggu.


Maka lanjut Panglima TNI, langkah-langkah dalam pembebasan ini harus dilakukan dan prajurit-prajurit TNI, yang diambil dari yang terbaik dan berpengalaman bahkan terlatih. Mereka diambil dari Kopasus, Taipur Kostrad, Batalyon 751, dan sebagian dari Yonif-754/ENK.


“Mereka bergerak dari jarak yang kita tempuh sama-sama 4,5 km. Tetapi ditempuh antara 3 sampai 5 hari 5 malam, bergerak sangat senyap dan melakukan langkah-langkah dengan tertib, disiplin, sesuai sengan rencana dan latihan pendahuluan.


“Maka sepantasnya atas nama Panglima TNI dan seluruh prajurit TNI karena kebanggaan maka pada saat ini kami memberikan kenaikan pangkat luar biasa,” tegas Jenderal Gatot.


Seharusnya sambungnya lagi, kenaikan pangkat ini bukan 57 orang tetapi 62 orang. Tetapi 5 perwira diwakili oleh Komandan Upacara menyampaikan bahwa keberhasilan adalah milik anak buah, dan kegagalan adalah tanggung jawab para perwira, sehingga secara halus mereka memilah untuk menerima kenaikan pangkat.


“Hal ini suatu hal yang sangat luar biasa yang membuat kami semua terharu. Saya ulangi para perwira meminta, menjelaskan bahwa keberhasilan adalah milik anak buahnya. Apabila kegagalan adalah tanggung jawab para perwira maka sepantasnya yang menerima kenaikan pangkat adalah anak buahnya. Maka 5 perwira tidak menerima kenaikan pangkat tetapi diberikan pendidikan secara khusus mendahului rekan-rekannya. Inilah contoh teladan bagi prajurit-prajurit yang tidak mengutamakan kepentingan pribadi tetapi untuk kepentingan NKRI,” terang Panglima TNI.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore