Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 April 2026 | 06.33 WIB

Prajurit TNI Kembali Jadi Korban Meninggal Dunia di Lebanon, Wakil Ketua Komisi I DPR Dorong Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL

Rico Pramudia, prajurit TNI yang meninggal dunia dalam penugasan bersama UNIFIL di Lebanon Selatan. (UNIFIL) - Image

Rico Pramudia, prajurit TNI yang meninggal dunia dalam penugasan bersama UNIFIL di Lebanon Selatan. (UNIFIL)

JawaPos.com–Meninggalnya prajurit TNI Praka Rico Pramudia dalam pelaksanaan tugas menjaga perdamaian dunia bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) pada Jumat (24/4) menyita atensi publik. Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menyatakan bahwa kabar duka tersebut harus turut menjadi perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media, legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut bukan hanya menyampaikan duka cita mendalam. Dia menyatakan harus ada evaluasi terkait dengan perlindungan pasukan UNIFIL di Lebanon Selatan. Termasuk perlindungan untuk para prajurit TNI yang bertugas di bawah naungan PBB.

”Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit terbaik TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL di Lebanon. Pengorbanan ini adalah bentuk nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana amanat konstitusi,” ucap Sukamta.

Berdasar informasi yang diterima Sukamta, Praka Rico gugur setelah menjalani perawatan di Lebanon. Dia mengalami luka berat pasca insiden ledakan peluru kendali di markas UNIFIL pada Rabu (29/3). Menurut dia, insiden yang dialami Praka Rico harus menjadi perhatian serius semua pihak. Apalagi insiden itu terjadi di area markas UNIFIL.

”Peristiwa ini harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Serangan yang terjadi di wilayah operasi UNIFIL menunjukkan bahwa situasi di lapangan telah mengalami eskalasi signifikan, sehingga menempatkan pasukan penjaga perdamaian dalam risiko yang semakin tinggi,” ujar Sukamta.

Menurut Sukamta, perlindungan terhadap personel yang menjalankan misi perdamaian PBB tidak boleh diabaikan, termasuk oleh semua pihak yang berkonflik. Dia tegas menyatakan, perlindungan terhadap personel PBB harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh diabaikan pihak manapun, termasuk dalam dinamika konflik yang melibatkan Israel dan aktor lainnya di kawasan tersebut.

”Kami mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mandat dan mekanisme perlindungan pasukan UNIFIL, agar sesuai dengan realitas ancaman yang berkembang di lapangan. Selain itu, diperlukan langkah investigasi yang transparan dan akuntabel atas insiden ini, guna memastikan adanya kejelasan dan pertanggungjawaban,” beber Sukamta.

Selain itu, Sukamta juga mendorong agar Pemerintah Indonesia melakukan peninjauan komprehensif terkait aspek keamanan dan pola penugasan prajurit TNI di UNIFIL. Dia menyatakan bahwa langkah itu perlu diambil tanpa mengurangi komitmen Indonesia sebagai kontributor aktif dalam menjaga stabilitas global di bawah naungan PBB.

”Setiap prajurit yang gugur harus menjadi pengingat bahwa upaya menjaga perdamaian memerlukan sistem yang kuat, perlindungan yang memadai, dan komitmen bersama dari seluruh komunitas internasional,” ujar Sukamta.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore