Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Agustus 2017 | 22.25 WIB

BBM Satu Harga Berlanjut, Target 15 Titik di Kalimantan

Photo - Image

Photo


JawaPos.com - Program bahan bakar minyak (BBM) satu harga kembali berlanjut. Setelah Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, Kaltim, PT Pertamina kembali merencanakan 15 titik lanjutan di Kalimantan.


Sebelumnya, kebijakan ini sudah diterapkan pertama di Kecamatan Krayan, Long Apari, dan Jagoi Babang pada bulan lalu. Agustus ini akan diterapkan di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dan Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.


Area Manager Communication and Relations Kalimantan, Alicia Irzanova mengatakan, untuk di daerah Kabupaten Sambas, Kalbar, BBM jenis pertalite dan solar subsidi akan menjadi produk yang disuplai dari TBBM Pontianak. Perjalanan dari TBBM Pontianak menempuh waktu sekitar 6-7 jam atau sekitar 240 kilometer.


“Pengadaan SPBU modular ini untuk kebutuhan akan BBM di daerah Sambas Barat hingga Utara. SPBU modular melayani kebutuhan sekitar 40-200 kiloliter per hari, di mana hanya ada satu modul yang digunakan untuk sarana penimbunan dan sarana penjualan,” jelasnya dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group).


Sementara SPBU modular yang berada di Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah sudah dilakukan pengisian perdana dari TBBM Sampit dan Pangkalan Bun. SPBU direncanakan beroperasi pada Agustus mendatang. Produk-produk yang akan distok, yaitu premium, pertalite, Dexlite, dan solar nonsubsidi. Jumlah volume yang distok pun disesuaikan dengan kebutuhan dan konsumsi masyarakat setempat nantinya.


“Dengan adanya SPBU yang ada di Seruyan, kami harap dapat memenuhi kebutuhan warga setempat di sekitar sana. Perjalanan yang ditempuh untuk suplai produk tersebut pun tidak mudah, masih banyak jalanan yang kurang mulus sehingga mobil tangki harus lebih berhati-hati karena aspek safety. Sekitar lebih kurang 4 jam dari Sampit dan 6 jam dari Pangkalan Bun” terangnya.


Alicia menjelaskan, kebijakan satu harga ini bagian dari upaya keras Pertamina dalam menekan disparitas antardaerah dan sudah membuahkan hasil. Seperti di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Hulu. Dulu, satu liter premium dihargai Rp 15.000 – 18.000. Sekarang, harganya Rp 6.450 per liter dan solar sebesar Rp 5.150 per liter.


Menurutnya, pola distribusi BBM ke Long Apari juga bukan perihal mudah. Distribusi BBM berasal dari TBBM Samarinda dengan menggunakan mobil tangki dan kapal motor tank ke Long Bagun. Setelah itu dibawa menggunakan drum kemasan sejumlah 200 liter per drum dan dibawa menggunakan long boat, truk, dan terakhir menggunakan ketinting ke APMS di Long Apari.


Begitu pula yang terjadi dengan pendistribusian BBM ke APMS Krayan. Pendistribusian BBM berasal dari TBBM Tarakan dengan menggunakan Air Tractor AT802 yang hanya bisa mengangkut 3,5 – 4 kl/flight dan satu hari hanya bisa dua kali penerbangan karena kondisi cuaca. Titik pedalaman yang sudah menikmati BBM satu harga, yakni Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalbar.


Pertamina dalam menyalurkan BBM ke semua pelosok negeri terus digalakkan termasuk penerapan BBM satu harga. Di wilayah Kalimantan, Pertamina pada tahun ini menargetkan sekitar 15 titik. Hingga 2019, Pertamina Kalimantan menargetkan 36 titik.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore