
Libertus Ketua DAD Kecamatan Sajingan Besar (baju putih topi coklat) bersama tim FRKP saat meninjau lokasi situs sejarah Dayak Selako berupa Parauman atau Bahaum di Dusun Batu Itam Desa Sanatab, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.
JawaPos.com - Kekayaan budaya Dayak bertambah. Itu setelah ditemukannya situs sejarah Dayak Selako berupa Parauman atau Bahaum. Lokasinya di Dusun Batu Itam, Desa Sanatab, Kecamatan Sajingan Besar, dekat Border Aruk Sajingan, Kabupaten Sambas, Kalbar.
Parauman atau Bahaum merupakan tempat pertemuan pengurus adat untuk menentukan hukum adat, budaya, rukun adat, dan kerukunan masyarakat adat.
Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Selasa (17/10), situs ini ditemukan pada 10 Juli 2017 oleh pengurus dewan adat dan tim ketimanggongan Dewan Adat Dayak (DAD) Sajingan Besar. Situs ini merupakan warisan budaya yang diyakini sudah ada sejak tahun 1419.
"Hal ini dapat dibuktikan dengan Pantak Pabuisan yang ada tertulis PARAUMAN 1419 411. Juga terdapat Pantak Batu serta sebuah batu besar yang datar tempat pertemuan para tokoh adat pada masa itu," ujar Pengasuh Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP), Bruder Stephanus Paiman OFM Cap usai meninjau lokasi situs sejarah tersebut bersama tim dan Ketua DAD Kecamatan Sajingan Besar, Libertus.
Atas penemuan tersebut, para pemangku adat di Sajingan Besar sepakat untuk melestarikan lokasi tersebut karena diyakini di tempat ini dapat membangkitkan kembali roh-roh nenek moyang mereka.
Tak hanya itu, keberadaan Parauman atau Bahaum ini turut dianggap berperan dalam mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Karena ini pula tokoh-tokoh Dayak di Sajingan Besar berkumpul--pada saat konfrontasi dengan Malaysia--membuat ritual dan membantu TNI melawan tentara Malaysia.
Hal ini, kata Bruder Stephanus, diakui dengan adanya pengakuan oleh negara terhadap delapan orang sebagai veteran TNKU (Tentara Nasional Kalimantan Utara).
“Penangkapan tokoh PGRS Paraku di Terentang, ada kaitannya dengan permohonan Pangdam XII Tpr Brigjen Pangabean (saat itu Gubernur Kalbar-nya Sumadi) minta petunjuk ritual adat di tempat ini," ujarnya.
Oleh sebab itu, masyarakat Sajingan Besar pun bertekad untuk memelihara tempat ini sebagai situs sejarah sekaligus tempat untuk memanggil atau membangkitkan roh-roh nenek moyang Dayak di Sajingan Besar.
"Saya sangat-sangat setuju tempat ini harus tetap dipelihara karena ada nilai sejarahnya dengan bukti-bukti situs yang ada. Di beberapa daerah Dayak di Kalbar, tempat seperti ini sudah langka, mungkin karena perluasan perkebunan sawit dan sebagainya,” katanya.
Oleh karena itu, Bruder Stephanus mengajak generasi muda Dayak untuk melestarikan, memelihara tempat seperti ini sebagai warisan berharga dari nenek moyang.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
