
Petugas sedang membersihkan makam di TPU Aiadingin, Padang
JawaPos.com PADANG - Dua taman pemakaman umum (TPU) yang terdapat di Kota Padang sudah penuh. Sejak dibuka oleh Pemerintah Kota (Pemko) Padang, kedua lahan itu nyaris tidak ada tempat lagi untuk menguburkan mayat.
Bila dipaksakan mayat dikubur dengan cara tumpang sari atau ditimpa. Adapun dua TPU tersebut yakni TPU Tunggulhitam dan TPU Airdingin. Kedua makam itu sudah ditutup untuk pemakaman baru.
Kehadiran TPU ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama yang tidak memiliki lahan taman makam keluarga. Kecuali pemakaman tumpang sari (didempet) lokasinya di pinggir bandar dengan syarat membuat surat perjanjian karena lokasi tersebut rawan terban.
Pantauan Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Minggu (4/12), terlihat sejumlah makam sudah penuh sesak hingga ke pinggir bandar di sebelah ujung makam.
”Makam ini mulai dibuka sejak 2003, namun sekarang sudah penuh,” kata Musram, 38, warga setempat.
Menurutnya, kalau bayi masih bisa di kubur di TPU itu dengan cara disisip karena ukuran bayi tidak sebesar orang dewasa. Tetapi jika ahli waris ingin juga keluarganya dikubur di TPU tersebut masih ada lahan paling ujung di sisi bandar dan lahannya berbatu-batu.
”Lahan memang masih ada tetapi di pinggir bandar dan tanahnya berbatu. Tapi risikonya besar sewaktu-waktu bisa terban,” katanya.
Kepala UPT TPU Wilayah II Airdingin Bainir mengatakan, TPU Airdingin sejak dibuka pada 2003 hanya memiliki daya tampung sekira 2.000 makam.
“Sekarang sudah penuh, hanya tersisa di lahan yang rawan terban. Jika warga bersikeras juga untuk memakamkan keluarganya di TPU Airdingin ini, mereka disuruh membuat surat pernyataan agar di kemudian hari jangan menuntut kepada Pemko jika makamnya terban,” ujarnya.
Dia mengatakan, saat ini Pemko hanya memungut restribusi perpanjangan izin saja sesuai perda yang baru. Dipungut Rp 150 ribu sekali dua tahun.
”Sekali dua tahun dipungut kepada ahli waris sebesar Rp 150 ribu, setelah itu diperpanjang lagi dengan memungut restribusi tersebut,” katanya.
Agar persoalan makam ini dapat solusinya, kata Bainir, kini Pemko Padang tengah mengusahakan pembelian lahan untuk makam seluas 3 ha di kawasan Aiedingin, Kototangah. "Sampai sekarang lahan itu belum bisa ditempati, karena ditolak warga," tandasnya. (w/iil/JPG)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
