Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 November 2017 | 18.05 WIB

Lahir Usai Midodareni Kahiyang, Ini Nama Bayi Relawan Jokowi

Tiga relawan KRPP yang setia mendampingi Rusniawati, perempuan yang melahirkan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali - Image

Tiga relawan KRPP yang setia mendampingi Rusniawati, perempuan yang melahirkan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali

JawaPos.com - Usai acara midodaren Kahiyang Ayu-Bobby Nasution pada Selasa (7/11) malam, relawan Jokowi yang menginap di Asrama Haji Donohudan, Boyolali Jawa Tengah, sempat panik dengan adanya seorang ibu yang melahirkan bayi laki-laki.


Awalnya, sang jabang bayi yang lahir pukul 00.05 WIB itu hendak diberi nama Muhammad Donohudan Widodo. Namun kemudian orang tuanya berubah pikiran, dan mengganti nama anak ketiganya menjadi Onur Abizard Widodo. Saat ini, bayi mungil tersebut masih dimasukkan mesin inkubator untuk mendapatkan kehangatan.


"Onur itu cahaya. Abizard, diharapkan nantinya sang anak punya kedudukan tinggi. Kalau Widodo, karena ini bareng dengan momennya Pak Jokowi." kata anggota Komite Relawan Penggerak Pancasila (KRPP) Jakarta, Joko Imam.


Banyak relawan yang percaya bila kelahiran bayi tersebut menjadi berkah bagi pernikahan putri kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Ini momen pas. Bareng sama nikahannya putri Pak Presiden, jadi sama-sama bahagia," ujar Joko.


Bersama rekannya Bayu Sunandar dan Tita Ratna, Joko terus setia menunggu perawatan Rusniawati, perempuan yang melahirkan di Asrama Haji Donohudan. Ketiganya ikut mengantar Nia, sapaan akrab Rusniawati, mulai dari Asrama hingga ke Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu di Solo, Rabu (8/11) pagi.


Pagi tadi sekitar pukul 07.30 WIB, JawaPos.com mendatangi RS Kasih Ibu yang berlokasi di Jalan Slamet Riyadi, Solo. Ketiga relawan itu menunggu di depan ruangan Srikandi 2 karena kamar Nia masih dibersihkan petugas cleaning service.


Bayu sendiri nampak menenteng tas kresek berwarna hitam. Rupanya, di dalam tas tersebut terdapat ari-ari anak ketiga Nia. Rencananya, ari-ari tersebut akan dikubur di Asrama Haji Donohudan.


"Tadinya mau dikubur di sini (RS Kasih Ibu), tapi ternyata nggak boleh. Siang ini kami coba untuk menguburnya di area asrama haji, soalnya kalau dibawa pulang ke Bogor takut bau," tutur Bayu.


Pria berusia 23 tahun itu sendiri mengaku tidak risih, apalagi jijik. Dia mengaku tulus membantu. "Soalnya kami berangkat bareng dari Jakarta. Saya sendiri juga lahir di Bogor, jadi sudah kayak saudara sama bu Nia," akunya.


Demi menjaga Nia, ketiga relawan tersebut rela tidak menghadiri ijab qabul Kahiyang-Bobby. Padahal niat awal mereka datang ke Solo agar bisa lebih dekat dengan sosok idolanya, Jokowi.


Bayu dan kedua temannya, sama sekali tidak menyesali bahwa mereka batal datang ke Gedung Graha Saba Buana. Meskipun tidak menghadirinya, mereka semua turut mendoakan kelanggengan pernikahan Kahiyang-Bobby.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore