
Yudi Hermanto didampingi Siti Jaenah menjalani perawatan di RSUD Karawang.Kebiasaan malas serta jarang olahraga disinyalir menjadi penyebab berat badan Yudi meningkat.
JawaPos.com - Berat badan Yudi Hermanto, 33, warga Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang, tiba-tiba melonjak mencapai 310 kilogram. Diduga penyebab lonjakan berat badan Yudi karena kebiasaan malas dan jarang olahraga. Hal tersebut diungkapkan Siti Jaenah, 55, ibu kandung Yudi.
Menurutnya, anak keduanya itu memang kalau sudah makan suka langsung tidur. Makanan sebanyak apa pun yang disajikan akan dihabiskannya.
"Makan tidur, makan tidur. Begitu saja kalau di rumah," kata Siti Jaenah kepada Pasundan Ekspres (Jawa Pos Group) ketika ditemui di RSUD Karawang Ruang Pangkalan, kemarin (6/11).
Menurut Siti, kenaikan signifikan berat badan anaknya terjadi sekitar setahun lalu, saat Yudi bekerja sebagai security di salah satu perusahan katering di Karawang. Awalnya, berat badannya hanya sekitar 135 kilogram. Namun karena sering memakan pemberian sisa katering dari sopir-sopir pengangkut makanan, berat badannya tidak terkontrol.
"Anak saya itu ketika kerja di perusahaan katering sebagai security kebanyakan makan. Karena memang suka makan, jadi setiap ada pemberian sisa makanan katering dia selalu habiskan," tuturnya.
Dampaknya, lanjut dia, lima bulan terakhir kondisi Yudi semakin parah akibat berat badan yang tidak terkontrol hingga Yudi susah bergerak.
"Semua makanan dia sukai, kecuali sayuran dia tidak terlalu suka," tuturnya.
Yudi akhirnya dilarikan ke RSUD Karawang pada Senin (4/12) lalu karena kegemukan yang dideritanya. Bahkan, ketika ditimbang berat badannya di rumah sakit dengan timbangan jarum manual tak dapat diketahui angkanya karena telah melampaui beban.
"Kata petugas rumah sakit sih berat badannya 310 kilogram karena jarum timbangannya berputar 360 derajat tiga kali kemudian jarum menunjukan diangka 10 kilogram. Sedangkan tinggi badannya 168 centimeter," terangnya.
Setelah tiga hari mendapatkan penanganan medis di RSUD, kini Yudi terbaring di ruangan 199 Pangkalan dengan kondisi susah bergerak dan susah berjalan. Bahkan, slang pispot (urine) pun dipasang.
Yudi mengakui, dirinya sedang menjalani masa-masa sulit karena harus menjalani diet sesuai anjuran dokter. "Berat Kang, saya diet dan hanya memakan makanan yang disuguhkan rumah sakit dengan jadwal tertentu," ujar Yudi dengan napas tersengal-sengal.
Diketahui, jangankan untuk bergerak, untuk bicara pun Yudi kesulitan karena sulit mengatur pernafasan akibat perut yang besar.
Sementara Kepala Sub Bagian Humas RSUD Karawang, Ruhimin menjelaskan, Yudi saat ini sudah mendapatkan penanganan medis selama dua hari dengan ditangani dokter spesialis penyakit dalam. Penanganan medis yang akan dilakukannya adalah mengeluarkan cairan di dalam lambungnya. Sebab, belum diketahui secara pasti penyebab kegemukan tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, mulai dari darah, kolesterol, dan lainnya menunjukan indikasi tidak mencolok atau masih normal. "Hasil pemeriksaan darah, kolesterol yang kedua kalinya belum keluar dan kita masih menunggu," ujarnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
