
Ilustrasi
JawaPos.com - Kasus penculikan tidak selamanya bermotifkan ekonomi atau uang, tapi ada juga beralasan karena iba. Wasiah, seorang gepeng ditangkap aparat Polres Karawang karena diduga menculik balita bernama Aelyessa Asshabiya Fabriana.
Aelyessa Asshabiya Fabriana, merupakan balita asal Karawang yang dilaporkan hilang sejak Senin, (14/8) lalu oleh orang tuanya M. Mulyono dan Eka Yuana. Akhirnya bocah cantik itu ditemukan di Panti Sosial Asuhan Anak Tunas Bangsa, Jalan Raya Bina Marga nomor 79, Cipayung, Jakarta Timur.
"Saya sangat senang, alhamdulillah bisa ketemu sama anak saya," ujar Eka Yuana, sambil menggendong Alyessa yang menggelayut manja saat tiba di Mapolres Karawang, Rabu (6/8).
Kapolres Karawang AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan Alyessa berada di panti asuhan itu sejak 16 Agustus 2017. "Sehari setelah dilaporkan hilang, Alyessa dan pengasuhnya ditemukan di wilayah Pasar Senen, Jakarta Timur. Mereka terjaring razia gepeng oleh dinas sosial setempat. Keduanya lalu dibawa ke panti Tunas Bangsa," ungkap Ade.
Yayasan itu, lanjut Ade lalu mengontak polisi di Karawang, pihaknya lalu melakukan penelusuran dan mengamankan Aelyssa dan Wasiah, terduga penculik Aelyssa ke mapolres Karawang.
Saat ditanya motif membawa kabur anak pasangan M. Mulyono dan Eka Yuana, Wasiah terlihat menjawab dengan tenang.
Menurut Wasiah, Aelyssa adalah balita kesepian lantaran kerap ditinggal orang tuanya untuk bekerja. "Saya mau nganterin anak ini ke neneknya di Jawa. Kasian anak ini, orang tuanya kerja nonstop satu hari penuh," kata Wasiah menjawab pertanyaan Kapolres Karawang AKBP Ade Ary Syam Indradi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
