
Ilustrasi
JawaPos.com - Kasus HIV/AIDS di Kota Balikpapan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sesusai data Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, selama lima tahun terakhir, penderita virus HIV/AIDS berjumlah 1.302 dengan jumlah kematian sebanyak 173 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Balerina mengatakan, meningkatnya kasus penderita HIV/AIDS di Kota Minyak ini seperti fenomena gunung es yang tak bisa hilang.
"Kasus meningkat juga tim Dinas Kesehatan yang melakukan edukasi melalui penyuluhan pada masyarakat yang berisiko, sehingga kesadaran muncul untuk memeriksakannya ke Voluntary Counsuling Test (VCT)" jelas Balerina sebagaimana dikutip dari Balikpapan Pos (Jawa Pos Group), Kamis (1/12).
Dia menyebutkan, jumlah kematian akibat HIV/AIDS selama lima tahun terakhir yakni sebanyak 173 penderita. Sementara jika dihitung Januari-Oktober 2016, jumlah kematian sebanyak enam orang.
Balerina mengatakan, penularan HIV masih didominasi dari pengguna narkoba, baik dari jarum suntik maupun hubungan seksual. Namun diakui penderita HIV berasal dari kalangan yang memiliki resiko seks.
"Kebanyakan dari pengguna narkoba yakni pada jarum suntik. Dari LGBT ada tapi prosentasenya saya nggak tahu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Balikpapan, dr Esther Vony menambahkan, HIV ini memiliki gelombang penularan penyakit dari homoseksual, lalu penyalahgunaan obat-obatan, wanita atau pria tuna susila, pelanggan WTS, pelanggan yang membawa pulang penyakit lalu terkena istri atau suami atau pacarnya, dan anak-anak.
Untuk menekan angka penularan penyakit HIV/AIDS itu, pihaknya terus melakukan penyuluhan pencegahan dengan menjangkau warga binaan dan konseling pada warga yang beresiko. Pencegahan juga dilakukan pada ibu hamil dengan melakukan pemeriksaan atau screening.
"Dalam pencegahan ini seperti penyuluhan tidak hanya pada yang beresiko, tapi edukasi ke warga lainnya bentuk-bentuk penularannya agar jika ditemukan positif tidak langsung diskriminasi," tambahnya. (tur/fab/JPG)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
