Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 November 2017 | 14.19 WIB

Pelihara Nyamuk Wolbachia di Kota Ini Dapat Tekan Demam Berdarah

INSPEKSI: Staff EDP Yogya mengecek jentik nyamuk di rumah salah satu warga di Kota Yogyakarta untuk mengantisipasi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). - Image

INSPEKSI: Staff EDP Yogya mengecek jentik nyamuk di rumah salah satu warga di Kota Yogyakarta untuk mengantisipasi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

JawaPos.com - Eliminate Dengue Project (EDP) Yogyakarta secara bertahap menarik ember telur nyamuk ber-Wolbachia di beberapa wilayah yang ada di Kota Yogyakarta. Perkembangbiakannya sudah mencapai ambang batas tertentu dan bisa dilanjutkan secara alami.


Ahli serangga EDP Yogya Warsito Tantowijoyo mengatakan, ember telur yang ditarik itu berada di lima klaster. Dari 12 klaster keseluruhan di 35 kelurahan di Kota Yogyakarta dan dua desa di Kabupaten Bantul.


''Peletakan ember di 12 klaster dari 24 klaster yang dibentuk. Lima klaster di dalamnya sudah ditarik ember telur. Populasi nyamuk ber-Wolbachia akan mampu berkembangbiak secara alamiah,'' kata Warsito Rabu (1/11).


Pembentukan klaster itu merupakan kali kedua. Pihaknya pada tahap pertama telah melakukan pelepasan nyamuk di Kecamatan Tegalrejo dan Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Di dua wilayah ini, seluruh ember berjumlah dua ribu telah ditarik.


''Peletakan yang berlangsung tujuh bulan itu sukses salah satunya berkat kerjasama masyarakat yang mau menjadi orangtua asuh ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia,'' tuturnya.


Pengembangan benih ber-Wolbachia ini dilakukan untuk menekan berkembangbiaknya jenis Aedes aegypti. Nyamuk yang menyebarkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kepada manusia.


Wolbachia dikembangkan oleh EDP bersama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sejak 2012. Telur yang menjadi nyamuk akan kawin dengan nyamuk lokal.


Ketika nyamuk Wolbachia jantan kawin dengan betina lokal, maka tidak akan menghasilkan keturunan. Sedangkan betina Wolbachia yang kawin dengan jantan lokal, keturunannya berupa Wolbachia.


Selain pengembangan nyamuk Wolbachia, masyarakat juga tetap ditekankan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). ''PSN efektif mengendalikan DBD selama itu dilakukan secara konsisten,'' kata Koordinator Surveilans EDP Yogya Citra Indriani.


Apalagi, saat ini sudah berangsur masuk musim hujan. Otomatis ancaman terhadap penyakit itu akan lebih banyak. ''Kami dapatkan data dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, hingga akhir September ini kasusnya mencapai 374 dengan dua di antaranya berakhir kematian,'' pungkasnya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore