Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Januari 2018 | 03.45 WIB

Kementerian Pertanian Pastikan Stok Beras Aman, Batal Impor Beras?

Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat meninjau musim panen gabah di Demak. - Image

Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat meninjau musim panen gabah di Demak.

JawaPos.com – Datangnya panen raya di sejumlah wilayah membuat stok beras kembali berlimpah. Kementerian Pertanian memastikan stok beras aman dan menjamin tidak akan terjadinya kelangkaan pasokan.


Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam kunjungannya ke Kabupaten Demak mengungkapkan hasil panen raya beberapa waktu lalu mampu mencukupi kebutuhan beras di daerah lainnya. Sehingga seharusnya tidak ada lagi beras mahal terutama di Pulau Jawa.


"Kami tegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengimpor beras karena stok cukup. Kemarin kunjungan ke Jawa Timur, hasil panen sangat banyak hingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, bahkan bisa digunakan membantu daerah lain yang kekurangan," ungkapnya, Selasa (23/1).


Sebagaimana diketahui, Kementerian Pertanian sebelumnya telah menghadiri panen raya di Bojonegoro dan kini menyambangi Demak untuk meninjau musim panen gabah.


Amran menjelaskan, untuk Jawa Tengah hingga April nanti petani diperkirakan akan menghasilkan beras sebanyak 1 juta ton dari panen seluas 300 ribu hektar lahan.


"Sementara untuk Jawa Tengah, panen memang baru dimulai pada minggu ini. Sehingga masyarakat tidak usah risau akan adanya kelangkaan beras," sambungnya.


Panen yang berlimpah ini, lanjut Amran, akan mendorong produksi beras agar cepat masuk ke Bulog. Kementerian Pertanian bersama Kementerian Perdagangan pun juga telah sepakat untuk menyerap hasil panen petani untuk langsung dijual kepada Bulog sekitar 2,2 ton untuk seluruh wilayah Indonesia.


Pihaknya pun bakal terus mendorong petani agar menjual beras langsung ke Bulog. Sebab, idealnya gudang Bulog yang mampu menampung beras sampai 600 ribu ton, saat ini masih mengalami defisit stok akibat paceklik pada awal tahun.


Amran pun menyebutkan bahwa pada tahun 2017 lalu, pemerintah berhasil melalui segala permasalahan minimnya persediaan beras meski tanpa melakukan impor beras. Hal ini ia ungkapkan sebagai upaya agar harga beras tidak jatuh pada level terendah


"Saat ini harga beras cukup terkendali, karena beras yang dibeli dari petani masih pada harga yang sehat. Hal yang sama juga terjadi di Jawa Timur," tambahnya.


Diakuinya, pemerintah juga terus mengoptimalkan perluasan lahan tanam baru untuk padi. Hal ini bertujuan agar para petani dapat menanam dengan sistem selang-seling.


"Diharapkan tidak ada lagi lahan tak terpakai. Petani dituntut untuk bekerja keras, setelah panen lahan baru harus langsung ditanam. Sebelah kiri panen, sebelah kanan tanam begitu terus agar hasil maksimal," tandasnya.


Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore