
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat meninjau musim panen gabah di Demak.
JawaPos.com – Datangnya panen raya di sejumlah wilayah membuat stok beras kembali berlimpah. Kementerian Pertanian memastikan stok beras aman dan menjamin tidak akan terjadinya kelangkaan pasokan.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam kunjungannya ke Kabupaten Demak mengungkapkan hasil panen raya beberapa waktu lalu mampu mencukupi kebutuhan beras di daerah lainnya. Sehingga seharusnya tidak ada lagi beras mahal terutama di Pulau Jawa.
"Kami tegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengimpor beras karena stok cukup. Kemarin kunjungan ke Jawa Timur, hasil panen sangat banyak hingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, bahkan bisa digunakan membantu daerah lain yang kekurangan," ungkapnya, Selasa (23/1).
Sebagaimana diketahui, Kementerian Pertanian sebelumnya telah menghadiri panen raya di Bojonegoro dan kini menyambangi Demak untuk meninjau musim panen gabah.
Amran menjelaskan, untuk Jawa Tengah hingga April nanti petani diperkirakan akan menghasilkan beras sebanyak 1 juta ton dari panen seluas 300 ribu hektar lahan.
"Sementara untuk Jawa Tengah, panen memang baru dimulai pada minggu ini. Sehingga masyarakat tidak usah risau akan adanya kelangkaan beras," sambungnya.
Panen yang berlimpah ini, lanjut Amran, akan mendorong produksi beras agar cepat masuk ke Bulog. Kementerian Pertanian bersama Kementerian Perdagangan pun juga telah sepakat untuk menyerap hasil panen petani untuk langsung dijual kepada Bulog sekitar 2,2 ton untuk seluruh wilayah Indonesia.
Pihaknya pun bakal terus mendorong petani agar menjual beras langsung ke Bulog. Sebab, idealnya gudang Bulog yang mampu menampung beras sampai 600 ribu ton, saat ini masih mengalami defisit stok akibat paceklik pada awal tahun.
Amran pun menyebutkan bahwa pada tahun 2017 lalu, pemerintah berhasil melalui segala permasalahan minimnya persediaan beras meski tanpa melakukan impor beras. Hal ini ia ungkapkan sebagai upaya agar harga beras tidak jatuh pada level terendah
"Saat ini harga beras cukup terkendali, karena beras yang dibeli dari petani masih pada harga yang sehat. Hal yang sama juga terjadi di Jawa Timur," tambahnya.
Diakuinya, pemerintah juga terus mengoptimalkan perluasan lahan tanam baru untuk padi. Hal ini bertujuan agar para petani dapat menanam dengan sistem selang-seling.
"Diharapkan tidak ada lagi lahan tak terpakai. Petani dituntut untuk bekerja keras, setelah panen lahan baru harus langsung ditanam. Sebelah kiri panen, sebelah kanan tanam begitu terus agar hasil maksimal," tandasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
