
Petugas PLN UIT JBM melakukan rekonduktoring dan pemberian tegangan pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tuban–Kerek Line #2. (Dok. PLN UIT JBM)
JawaPos.com - Seluruh desa di Jawa Barat diklaim telah mendapatkan akses listrik. Meski demikian, pemerataan jaringan listrik hingga ke tingkat kampung masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
Plt. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, Tulus Arifan menjelaskan persoalan kelistrikan saat ini bukan lagi sekadar ketersediaan listrik di tingkat desa, melainkan akses masyarakat terhadap jaringan listrik secara mandiri.
Menurutnya masih terdapat sejumlah kampung yang warganya harus menyambungkan aliran listrik dari rumah atau bangunan milik warga lain.
Kondisi tersebut umumnya ditemukan di wilayah yang lokasinya cukup jauh dan memiliki jumlah penduduk relatif sedikit.
"Kalau di desa itu sudah 100 persen. Hanya memang saya bilang tadi tentang kemandirian, jadi masih ada yang masih ikut serta, dia mengambil listriknya itu masih nebeng dari yang mempunyai tempat ini, jadi masih nyambung-menyambung," ujar Tulus di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/11).
Dia menjelaskan, salah satu tantangan perluasan jaringan listrik adalah kondisi geografis dan jumlah penduduk di setiap kampung yang berbeda-beda.
Beberapa wilayah bahkan hanya dihuni sekitar 20 hingga 30 kepala keluarga sehingga membutuhkan perhatian khusus dalam pembangunan jaringan.
"Karena memang kampung-kampung di desa itu kan lain-lain, ada hanya 30 kepala keluarga, ada cuma 20, tapi walau bagaimanapun mereka itu adalah warga kami yang memang harus bisa menikmati energi listrik itu," jelasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi dengan PLN agar pembangunan jaringan listrik dapat menjangkau seluruh permukiman, termasuk wilayah yang jauh dari pusat desa.
Selain pemerataan jaringan listrik, pemerintah daerah juga mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022